15.259
suntingan
| Baris 3: | Baris 3: | ||
[[KUPI]] adalah suatu rangkaian panjang dari kerja-kerja aktifis perempuan Muslim di Indonesia. Ia dimulai sekitar awal tahun 1990-an melalui kerja-kerja yang digawangi Mbak Lies Marcoes di P3M dan saya sebagai asisten beliau saat itu. Karena itu, ketika di hari pertama acara ini, saya sebenarnya mencari-cari Mbak Lies dan ingin memeluk beliau serta ingin mengatakan padanya bahwa ini merupakan buah kerjanya dalam rentang waktu yang cukup panjang. | [[KUPI]] adalah suatu rangkaian panjang dari kerja-kerja aktifis perempuan Muslim di Indonesia. Ia dimulai sekitar awal tahun 1990-an melalui kerja-kerja yang digawangi Mbak Lies Marcoes di P3M dan saya sebagai asisten beliau saat itu. Karena itu, ketika di hari pertama acara ini, saya sebenarnya mencari-cari Mbak Lies dan ingin memeluk beliau serta ingin mengatakan padanya bahwa ini merupakan buah kerjanya dalam rentang waktu yang cukup panjang. | ||
Kerja-kerja P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) dilanjutkan oleh [[Rahima]] yang digawangi oleh Mbak Farha Ciciek, Mbak AD Eridani dan kemudian menghasilkan anak [[lembaga]] lain, yakni [[Fahmina]] di Cirebon. Langkah kerja Fahmina rupanya lebih gesit dan bergerak cukup maju karena mempunyai ide-ide kuat dengan icon KH. Husein Muhammad, [[Faqihuddin Abdul Kodir]], dan Marzuki Wahid. Fahmina melalui Faqih -panggilan Faqihuddin Abdul Kodir - menciptakan lagu Shalawat Keadilan yang sepanjang acara [[Kongres Ulama Perempuan]] ini, lagu tersebut dijadikan Mars wajib bagi setiap mata acara. Penyelenggaraan acara di Cirebon pun bukan tanpa alasan, karena Ibu Masriyah Amva, pimpinan [[Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy]] Babakan Ciwaringin Cirebon adalah salah satu kader Fahmina. | Kerja-kerja P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) dilanjutkan oleh [[Rahima]] yang digawangi oleh Mbak Farha Ciciek, Mbak AD Eridani dan kemudian menghasilkan anak [[lembaga]] lain, yakni [[Fahmina]] di Cirebon. Langkah kerja Fahmina rupanya lebih gesit dan bergerak cukup maju karena mempunyai ide-ide kuat dengan icon KH. Husein Muhammad, [[Faqihuddin Abdul Kodir]], dan Marzuki Wahid. Fahmina melalui Faqih -panggilan Faqihuddin Abdul Kodir- menciptakan lagu Shalawat Keadilan yang sepanjang acara [[Kongres Ulama Perempuan]] ini, lagu tersebut dijadikan Mars wajib bagi setiap mata acara. Penyelenggaraan acara di Cirebon pun bukan tanpa alasan, karena Ibu Masriyah Amva, pimpinan [[Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy]] Babakan Ciwaringin Cirebon adalah salah satu kader Fahmina. | ||
Kerja-kerja ''mainstreaming'' gender dan Islam ini kami teruskan di Pimpinan Pusat Fatayat NU yang pada saat itu Ketua Umum-nya dijabat oleh Mbak [[Maria Ulfah Anshor]]. Mungkin Fatayat NU di masa Mbak Maria inilah satu-satunya organisasi perempuan berbasis massa Islam yang mengarusutamakan perspektif gender dalam kerja-kerjanya secara sistematik dan terstruktur. Meski kami sering berseberangan dan dimarahi oleh KH. Hasyim Muzadi yang saat itu menjadi Ketua Umum PBNU, tetapi kami pantang menyerah untuk suatu visi yang hendak kami perjuangkan melalui organisasi ini. | Kerja-kerja ''mainstreaming'' gender dan Islam ini kami teruskan di Pimpinan Pusat Fatayat NU yang pada saat itu Ketua Umum-nya dijabat oleh Mbak [[Maria Ulfah Anshor]]. Mungkin Fatayat NU di masa Mbak Maria inilah satu-satunya organisasi perempuan berbasis massa Islam yang mengarusutamakan perspektif gender dalam kerja-kerjanya secara sistematik dan terstruktur. Meski kami sering berseberangan dan dimarahi oleh KH. Hasyim Muzadi yang saat itu menjadi Ketua Umum PBNU, tetapi kami pantang menyerah untuk suatu visi yang hendak kami perjuangkan melalui organisasi ini. | ||