Tadarus Subuh ke-155: Perbedaan Zina dan Nikah: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
Setelah al-Qur'an, [[Hadits]] menjadi acuan umat Muslim dalam berelasi dan bersikap kepada sesama, terutama kepada keluarga.
Zina dan nikah memiliki perbedaan mendasar yang bukan hanya terletak pada status hukumnya, tetapi pada nilai, tujuan, dan tanggung jawab yang menyertainya. Zina sering kali dilakukan tanpa komitmen dan kesadaran akan akibatnya, sementara nikah idealnya menjadi jalan untuk membangun kehidupan bersama yang penuh kasih dan tanggung jawab. Namun, tanpa akhlak dan kesadaran, pernikahan pun bisa kehilangan makna dan menjadi sumber luka.


Dalam banyak Hadits, ucapan hingga sikap Rasulullah terekam sebagai tauladan yang selalu mencontohkan akhlak terbaik untuk keluarganya.
Lantas bagaimanakah menghadirkan akhlak dalam pernikahan agar tidak jauh berbeda dari zina dalam praktiknya?


Apa saja yang bisa kita teladan dari Hadits Rasulullah terkait akhlak terhadap keluarga?
Mari mengaji bersama dalam pertemuan ke-155 | Perbedaan Zina dan Nikah
 
Bagaimana menjadikan dan mengimplementasikan Hadits secara nyata sebagai sumber akhlak?
 
Mari mengaji bersama dalam: [[Tadarus Subuh]] | Pertemuan ke-140: Hadits Sebagai Sumber Akhlak [[Hukum Keluarga]]
{|
{|
|Hari/Tanggal
|Hari/Tanggal
|:
|:
|Minggu, 16 Februari 2025
|Minggu, 20 Juli 2025
|-
|-
|Waktu
|Waktu

Menu navigasi