Tadarus Subuh ke-148: Akhlak Ta'aruf sebelum Memutuskan Menikah: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
Setelah al-Qur'an, [[Hadits]] menjadi acuan umat Muslim dalam berelasi dan bersikap kepada sesama, terutama kepada keluarga.
Dalam Islam, praktik pacaran seperti yang umum dilakukan saat ini tidak dikenal dalam kitab-kitab fikih klasik, karena sering kali membawa pada hubungan fisik tanpa ikatan pernikahan yang hukumnya haram. Namun, Islam mengakui pentingnya proses saling mengenal sebelum menikah, yang dikenal sebagai ta'aruf. Ta'aruf merupakan proses mengenal karakter dan nilai-nilai calon pasangan untuk memastikan kesiapan membangun rumah tangga yang kokoh.


Dalam banyak Hadits, ucapan hingga sikap Rasulullah terekam sebagai tauladan yang selalu mencontohkan akhlak terbaik untuk keluarganya.
Ta'aruf dipahami sebagai bagian dari adab dan akhlak relasi, yang mengutamakan tanggung jawab, kerja sama, dan saling menghormati. Tujuannya memastikan bahwa pasangan memiliki integritas, agama, dan akhlak yang baik.


Apa saja yang bisa kita teladan dari Hadits Rasulullah terkait akhlak terhadap keluarga?
Apa saja prinsip akhlak relasi yang perlu kita tanamkan dalam proses ta'aruf?


Bagaimana menjadikan dan mengimplementasikan Hadits secara nyata sebagai sumber akhlak?
Mari mengaji bersama dalam pertemuan ke-148: Akhlak Ta'aruf Sebelum Memutuskan Menikah
 
Mari mengaji bersama dalam: [[Tadarus Subuh]] | Pertemuan ke-140: Hadits Sebagai Sumber Akhlak [[Hukum Keluarga]]
{|
{|
|Hari/Tanggal
|Hari/Tanggal
|:
|:
|Minggu, 16 Februari 2025
|Minggu, 04 Mei 2025
|-
|-
|Waktu
|Waktu

Menu navigasi