Tadarus Subuh ke-146: Bagaimana Membiasakan Akhlak Berelasi Sejak Dini?: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
Setelah al-Qur'an, [[Hadits]] menjadi acuan umat Muslim dalam berelasi dan bersikap kepada sesama, terutama kepada keluarga.
Dalam buku Fiqh al-Usrah, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW dikenal sebagai al-amin, yaitu pribadi yang amanah dan bertanggung jawab—bahkan sejak usia muda. Nilai-nilai ini bukan hanya menjadi dasar beliau dalam berinteraksi dengan masyarakat, tapi juga menjadi bekal dalam kehidupan rumah tangga dan dakwahnya. Akhlak inilah yang membuat beliau dipercaya oleh Khadijah RA sebagai mitra bisnis dan kemudian sebagai pasangan hidup.


Dalam banyak Hadits, ucapan hingga sikap Rasulullah terekam sebagai tauladan yang selalu mencontohkan akhlak terbaik untuk keluarganya.
Kebiasaan berakhlak baik, seperti menjaga amanah, bertanggung jawab, sopan santun, dan saling menghargai, sejatinya perlu ditanamkan sejak dini. Dalam relasi keluarga, akhlak ini sangat menentukan bagaimana seseorang menjalani pernikahan, menjadi pasangan, orang tua, hingga anggota masyarakat.


Apa saja yang bisa kita teladan dari Hadits Rasulullah terkait akhlak terhadap keluarga?
Bagaimana kita bisa mulai menanamkan akhlak relasi ini sejak usia dini?


Bagaimana menjadikan dan mengimplementasikan Hadits secara nyata sebagai sumber akhlak?
Apa peran keluarga dalam membentuk akhlak relasi sejak usia anak-anak?
 
Mari mengaji bersama dalam: [[Tadarus Subuh]] | Pertemuan ke-140: Hadits Sebagai Sumber Akhlak [[Hukum Keluarga]]
{|
{|
|Hari/Tanggal
|Hari/Tanggal
|:
|:
|Minggu, 16 Februari 2025
|Minggu, 20 April 2025
|-
|-
|Waktu
|Waktu

Menu navigasi