15.259
suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia] |- |Penulis |: |Editor :...') |
|||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber Original | |Sumber Original | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://kbr.id/saga/ponpes_kebon_jambu_cirebon__pencetak_ulama_perempuan kbr.id] | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | | | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |Kamis 12 Desember 2019 pukul 13.44 WIB | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://kbr.id/saga/ponpes_kebon_jambu_cirebon__pencetak_ulama_perempuan Ponpes Kebon Jambu Cirebon, Pencetak Ulama Perempuan] | ||
|} | |}''Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy Cirebon sudah 12 tahun dipimpin oleh ulama perempuan. [[Masriyah Amva]], yang memimpin 1600-an santri, selalu mengedepankan kesetaraan gender kepada seluruh santrinya, laki-laki atau perempuan. Jurnalis KBR Astri Yuana Sari berkunjung ke pesantren ini. '' | ||
KBR, Cirebon- Di hadapan ratusan santri laki-laki yang ''mondok'' di Pesantren Kebon Jambu, Masriyah Amva bicara tentang keseteraan gender. | |||
Sudah 12 tahun Masriyah Amva menjadi ''Ibu Nyai'' atau pemimpin pesantren ini, setelah suaminya meninggal dunia. | |||
Di masa awal, tak mudah bagi ia memimpin pondok pesantren ini.Banyak [[tokoh]] agama memandangnya sebelah mata. Bahkan banyak pula orangtua santri yang memindahkan anaknya ke pesantren lain, hanya karena tak mau dipimpin perempuan. | |||
Ma'had Alyatau pendidikan setara perguruan tinggi di Pondok Kebon Jambu, menjadi sarana bagi Masriyah untuk mewujudkan cita-citanya mencetak ulama-ulama perempuan. | |||
“Dari perjalanan saya ini, saya menganggap bahwa ulama-ulama perempuan ini perlu diangkat. Karena sebetulnya mereka banyak, tapi tidak bisa terangkat. Saya kalau tidak mengangkat diri untuk hidup, saya mungkin tenggelam,” katanya. | |||
Versi Marsiyah, ulama perempuan tak hanya mereka yang berjenis kelamin perempuan. Tapi juga ulama laki-laki yang punya pemahaman soal isu perempuan. | |||
Di pesantren ini seluruh pengajar baik ustad atau guru dan dosen harus punya pemahaman tentang kesetaraan gender. | |||
“Di sini nggak boleh dosennya itu yang punya 2 istri atau 3 istri, itu nggak boleh. Trus dosennya harus punya wacana-wacana tentang perempuan, dan pembela perempuan, itu yang disyaratkan oleh rektor kita. Karena perjuangan kita ini masih sangat berat. Dan kita sudah melihat banyak titik-titik terang keberhasilan. Dan mulai banyak orang menerima, mulai banyak orang sadar,” jelas Marsiyah. | |||
Pemimpin Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy Cirebon, Masriyah Amva, berharap Islam semakin indah bersama ulama-ulama perempuan. | |||
“Ini saya berharap ajaran agama kita semakin lebih indah dibawa oleh para perempuan-perempuan ini. Kemudian lebih lembut, lebih toleran, dan lebih memperhatikan masalah-masalah perempuan yang banyak sekali, yang berhubungan dengan kekerasan seksual, dengan diskriminasi. | |||
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]] | [[Kategori:Jejak Masriyah Amva]] | ||