Lawan Insecure dengan Self Love Ala Nyai Masriyah Amva: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia] |- |Penulis |: |Editor :...')
 
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia]
|[https://mubadalah.id/lawan-insecure-dengan-self-love-nyai-masriyah-amva/ mubadalah.id]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Editor : Triwinarno
|Lutfiana Dwi Mayasari
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|23/10/2020 05:15
|23/05/2022
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Belajar dari sang Nyai Masriyah Amva]
|[https://mubadalah.id/lawan-insecure-dengan-self-love-nyai-masriyah-amva/ Lawan Insecure dengan Self Love Ala Nyai Masriyah Amva]
|}PESANTREN menjadi salah satu [[lembaga]] pendidikan, khusus agama Islam. Tidak heran jika satu pesantren terkadang memiliki ratusan hingga ribuan santri yang rela mondok untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.  
|}[[Mubadalah]].id – Ramadan 1433 Hijriyah, saya diberi kesempatan yang sangat luar biasa untuk dapat berjumpa langsung dengan Nyai Hj. Marsiyah Amva di Pondok Pesantren Pondok Jambu Al-Islami Babakan Ciwaringin Cirebon. Saat itu, saya mendapat amanat dari Rektor IAIN Ponorogo Nyai Dr. Evi Muafiah M.Ag untuk melakukan wawancara terkait dengan kepemimpinan perempuan di pesantren. Tentang bagaimana kiprah perempuan, perjuangan, tantangan, peluang, melawan insecure dengan self love, dan juga pengalaman Nyai [[Masriyah Amva]] sepanjang memimpin pesantren.  


Jika pada umumnya pesantren identik dengan penokohan seorang kiai, beda halnya dengan Pesantren Kebon Jambu yang berada di kawasan kampung santri Desa Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat.
Namun, artikel ini tidak akan membahas tentang hal di atas. Hasil dari wawancara dengan Nyai Masriyah Amva akan dilaporkan dalam catatan yang lain. Dalam kesempatan ini, saya akan mencatat pengalaman pribadi dan kekaguman saya saat berinteraksi dengan Nyai Masriyah Amva sepanjang wawancara. Tentang bagaimana beliau saat berada dalam titik terendah hidupnya, bagaimana beliau bangkit melawan insecure dengan self love , dan bagaimana proses yang beliau jalani hingga sampai pada posisi saat ini.


Di pesantren ini justru seorang nyailah yang menjadi pemimpin utama.
Saya nyaris tidak percaya atau mungkin tidak membayangkan, bahwa ternyata Nyai Masriyah Amva pernah berperang melawan rasa insecure dengan self love untuk waktu yang tidak sebentar.  Namun beliau bisa melawan perasaan tersebut dengan cara yang sangat unik dan layak untuk diduplikasi oleh seluruh perempuan. Lantas seperti apa cara Nyai Masriyah Amva melawan rasa insecure nya? Dan bagaimana beliau bisa bangkit dari rasa ketidakpercayaan dirinya? . . . . . .
 
"Dulunya pesantren ini dipimpin oleh suami saya, tetapi beliau wafat. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kepemimpinan pesantren ini," ungkap Nyai [[Masriyah Amva]] pemimpin Pesantren Kebon Jambu.
 
Keputusan Sang Nyai untuk menjadi pimpinan pesantren bukanlah tanpa alasan. Masih belum siapnya penerus suami untuk memimpin pesantren menjadi dasar utama diambilnya keputusan tersebut.
 
"Saya ingat waktu awal-awal suami meninggal satu per satu santri pergi meninggalkan pesantren ini. Orangtua mereka datang dan izin untuk memindahkan anak-anaknya ke pesantren lain," ujarnya kembali.
 
Masa-masa itu menjadi masa yang kelam baginya. Hidup dalam keterpurukan yang akhirnya membuat ia sadar bahwa hanya Sang Mahakuasalah yang dapat menolongnya. Perlahan, tapi pasti Masriyah Amva mampu membawa pesantrennya bangkit dalam keterpurukan. Bahkan kini Pondok Kebon Jambu menjadi salah satu tempat pembelajaran agama favorit.
 
Apa sebenarnya yang menjadi kekuatan Nyai Masriyah Amva memimpin Pesantren Kebon Jambu yang mayoritas santrinya didominasi oleh pria? Lalu bagaimana respons dirinya terhadap anggapan jika seorang wanita tidak diperbolehkan menjadi pemimpin?
 
Cerita sang Nyai dirangkum dalam film dokumenter berjudul Pesan dari sang Nyai yang tayang dalam program Melihat Indonesia di Metro TV pada Minggu, 25 Oktober 2020 pukul 10.30 WIB. (RO/H-1)
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]

Menu navigasi