Mari Mengenal Al-Qur’an Ramah Disabilitas: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel:''' {| |Sumber Original |: |[https://mubadalah.id/mari-mengenal-al-quran-ramah-disabilitas/ Mubadalah.id] |- |Tanggal Publikasi |: |30/06/2023 |- |Arti...')
 
Baris 8: Baris 8:
|:
|:
|30/06/2023
|30/06/2023
|-
|Penulis
|:
|Riska
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://mubadalah.id/mari-mengenal-al-quran-ramah-disabilitas/ Mari Mengenal Al-Qur’an Ramah Disabilitas]
|[https://mubadalah.id/mari-mengenal-al-quran-ramah-disabilitas/ Mari Mengenal Al-Qur’an Ramah Disabilitas]
|-
|Penulis
|:
|Riska
|}[[Mubadalah]].id – Berangkat dari keterpanggilan hati nurani, untuk mengajarkan [[Al-Qur’an]] ramah disabilitas tunarungu. Sehingga, sebagai seorang penyuluh agama Islam, harus mengajarkan Al-Qur’an kepada tunarungu dengan cara khusus. Yakni menggunakan bahasa mereka, atau bahasa isyarat. Dengan mengajarkan Al-Qur’an isyarat kepada tunarungu, mendatangkan perasaan bahagia tersendiri karena bisa mengenalkan Al-Qur’an.
|}[[Mubadalah]].id – Berangkat dari keterpanggilan hati nurani, untuk mengajarkan [[Al-Qur’an]] ramah disabilitas tunarungu. Sehingga, sebagai seorang penyuluh agama Islam, harus mengajarkan Al-Qur’an kepada tunarungu dengan cara khusus. Yakni menggunakan bahasa mereka, atau bahasa isyarat. Dengan mengajarkan Al-Qur’an isyarat kepada tunarungu, mendatangkan perasaan bahagia tersendiri karena bisa mengenalkan Al-Qur’an.


Menu navigasi