Trusted, Pengurus
41
suntingan
(←Membuat halaman berisi 'Telah dimaklumi, Islam diturunkan untuk menciptakan tata kehidupan yang damai dan penuh kasih sayang (rahmatan lil alamin). Visi ini terefleksi dalam keseluruhan teks...') |
|||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Telah dimaklumi, Islam diturunkan untuk menciptakan tata kehidupan yang damai dan penuh kasih sayang (rahmatan lil alamin). Visi ini terefleksi dalam keseluruhan teks ilahiah, baik yang berkenaan dengan masalah akidah, syariah maupun tasawuf atau etika. Konsep rahmatan lil alamin ini secara tidak langsung menekakan peran Islam dalam memenuhi hak-hak dasar manusia ''(huququl insan).'' | Telah dimaklumi, Islam diturunkan untuk menciptakan tata kehidupan yang damai dan penuh kasih sayang (rahmatan lil alamin). Visi ini terefleksi dalam keseluruhan teks ilahiah, baik yang berkenaan dengan masalah akidah, syariah maupun tasawuf atau etika. Konsep rahmatan lil alamin ini secara tidak langsung menekakan peran Islam dalam memenuhi hak-hak dasar manusia ''(huququl insan).'' | ||
Islam sebagai agama samawi tidak terlepas dari empat tujuan. ''Pertama'', untuk mengenal Allah Swt (''ma’rifatullah'') dan mengesakan-Nya ([[tauhid]]). ''Kedua'', menjalankan segenap ritual dan ibadah kepada Allah Swt sebagai manisfestasi rasa syukur kepada-Nya. ''Ketiga'', untuk mendorong ''amar ma’ruf nahi munkar'' (menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran), serta menghasilkan hidup manusia dengan etika dan akhlak mulia (tasawuf). ''Keempat'', untuk menetapkan peraturan yang berkaitan dengan hubungan sosial (muamalah) di antara sesama manusia. | Islam sebagai agama samawi tidak terlepas dari empat tujuan. ''Pertama'', untuk mengenal Allah Swt (''ma’rifatullah'') dan mengesakan-Nya ([[tauhid]]). ''Kedua'', menjalankan segenap ritual dan ibadah kepada Allah Swt sebagai manisfestasi rasa syukur kepada-Nya. ''Ketiga'', untuk mendorong ''amar ma’ruf nahi munkar'' (menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran), serta menghasilkan hidup manusia dengan etika dan akhlak mulia (tasawuf). ''Keempat'', untuk menetapkan peraturan yang berkaitan dengan hubungan sosial (muamalah) di antara sesama manusia. | ||