Faqihuddin Abdul Kodir: Al-Qur’an dan Hadis Dilupakan Demi Kebencian: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Nama Media |: |[https://magdalene.co/ Magdalene.co] |- |Penulis |: |Jasmine Floretta V.D |- |Tanggal Publikasi |: |December 2, 2022 |- |Artikel...')
 
Baris 3: Baris 3:
|Nama Media
|Nama Media
|:
|:
|[https://magdalene.co/ Magdalene.co]
|[https://khilafah.id/faqihuddin-abdul-kodir-al-quran-dan-hadis-dilupakan-demi-kebencian/ Khilafah.id]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Jasmine Floretta V.D
|Redaksi
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|December 2, 2022
| -
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://magdalene.co/story/profil-kiai-faqihuddin-abdul-kodir/ Faqihuddin Abdul Kodir, Ulama Lelaki, Pejuang Keadilan Gender]
|[https://khilafah.id/faqihuddin-abdul-kodir-al-quran-dan-hadis-dilupakan-demi-kebencian/ Faqihuddin Abdul Kodir: Al-Qur’an dan Hadis Dilupakan Demi Kebencian]
|}
|}
''Dengan pendekatan tafsir [[mubadalah]], Kiai Faqih memperkenalkan agama Islam yang lebih adil gender.''
[[Khilafah]].id – [[Faqihuddin Abdul Kodir]] menyebut bahwa Al-Quran dan hadis sebenarnya lebih banyak menyebutkan term rahmat dan kasih sayang daripada kebencian. Hanya saja, sebagian orang lebih banyak menghafal ayat maupun hadis tentang kebencian, padahal jumlahnya sangat sedikit.


Buat sebagian intelektual Muslim, mungkin sudah cukup familier dengan nama [[Faqihuddin Abdul Kodir]]. Ia termasuk salah satu penggagas metode tafsir Islam ''mubadalah,'' yang ramah gender dalam Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) pada 23 hingga 24 November lalu.
Menurut salah satu penulis buku ''Moderasi Beragama Prespektif Bimas Islam'' ini, dalam Al-Quran ada 144 kata rahmat. Jumlah ini terhitung lebih banyak dari pada ayat-ayat yang menunjukkan kebencian.


Pria yang akrab dipanggil Kang Faqih itu sendiri merupakan ulama lelaki yang menulis banyak artikel atau buku hukum Islam (''fiqih'') mengenai perempuan. Ia juga aktif dalam pemberdayaan perempuan di akar rumput. Dalam hal ini, ia kerap mempertemukan para aktivis feminis, orang-orang dari [[lembaga]] kemasyarakatan, pemerintah, akademisi, maupun sesama ulama perempuan yang punya visi membangun peradaban berkeadilan.
“Dari sekian banyak ayat rahmat tersebut sebagian kita hanya hafalnya “''wa lan tardha ankal Yahudu wa lan nashara hatta yattabia millatahum,”'' tutur dosen Institut Studi Islam [[Fahmina]] ini dalam acara bedah buku ''Moderasi Beragama Prespektif Bimas Islam,'' Kamis (28 Juli 2022). Acara ini merupakan bagian dri rangkaian ''International Conference on Religious Moderation'' (ICROM 2022) yang diselenggarakan oleh Bimas Islam Kementrian Agama RI.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]

Menu navigasi