Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah, Jalan Memanusiakan Perempuan: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Nama Media |: |[https://nu.or.id/nasional/kiai-faqihuddin-monogami-adalah-sunah-LehHS nu.or.id] |- |Penulis |: |Syifa Arrahmah |- |Tanggal Publi...')
 
Baris 3: Baris 3:
|Nama Media
|Nama Media
|:
|:
|[https://nu.or.id/nasional/kiai-faqihuddin-monogami-adalah-sunah-LehHS nu.or.id]
|[https://www.kompas.id/baca/dikbud/2021/09/23/perempuan-bukan-sumber-fitnah-jalan-memanusiakan-perempuan/ Kompas.id]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Syifa Arrahmah
|Abdullah Fikri Ashri
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|<nowiki>Rabu, 30 Juni 2021 | 21:30 WIB</nowiki>
|23 September 2021 07:14 WIB
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://nu.or.id/nasional/kiai-faqihuddin-monogami-adalah-sunah-LehHS Kiai Faqihuddin: Monogami adalah Sunah]
|[https://www.kompas.id/baca/dikbud/2021/09/23/perempuan-bukan-sumber-fitnah-jalan-memanusiakan-perempuan/ “Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah”, Jalan Memanusiakan Perempuan]
|}
|}
Jakarta, NU Online
Buku Perempuan (Bukan) Sumber [[Fitnah]] mencoba menjadi jawaban kegalauan sebagian pihak saat mengekspresikan diri. Kehadirannya buku dengan perspektif mubādalah ini diharapkan jadi salah satu jalan memanusiakan perempuan.


Penggagas konsep [[mubadalah]], KH [[Faqihuddin Abdul Kodir]], berbicara tentang [[poligami]] dan kesunahan memilih bermonogami. Ia mengatakan, Al-Qur'an telah mengingatkan fakta bahwa praktik poligami adalah sesuatu yang menyakitkan. Karena itu, para laki-laki diminta [[Al-Qur’an]] untuk memiliki komitmen tinggi ketika memilih poligami yakni komitmen pada keadilan, kebaikan, dan ketakwaan.
Perempuan masih kerap dituding sebagai sumber fitnah jika mengekspresikan potensi dirinya, termasuk bekerja. Padahal, perempuan juga bisa jadi anugerah bagi kemaslahatan. Sumber fitnah pun bisa berasal dari laki-laki, harta, hingga kekuasaan.  


"Ayat 3 Surat Annisa justru bertujuan mendisiplinkan praktik poligami yang awalnya tanpa batas menjadi terbatas dan yang semula tanpa kualitas diberi kualitas yaitu keadilan," kata Kang Faqih sapaan akrabnya, diakses NU Online, Rabu (30/6).
Melalui buku ''Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah'' yang terbit Agustus 2021, Dr [[Faqihuddin Abdul Kodir]] mencoba mencerahkan pandangan terkait perempuan. Aktivis [[jaringan]] Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia itu membahas 25 hadis yang kerap ditafsirkan “merendahkan” perempuan.
 
Mengklaim QS Annisa ayat 3 sebagai ayat poligami adalah pengaburan esensi dari tujuan diturunkannya ayat tersebut. Sebab, senyatanya ketika Islam datang, Islam membatasi seorang lelaki hanya boleh menikahi maksimal empat perempuan. Itu pun digarisbawahi, jika si laki-laki mampu berlaku adil. Jika tidak, Islam hanya membolehkan satu. Karena itu, monogamilah yang paling baik jika tidak bisa adil.  
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]

Menu navigasi