Fiqih Peradaban Punya Basis Perdamaian dan Harmoni Global: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://rahma.id/ Rahma.id] |- |Penulis |: |Izza Royyani (''Alumni UIN Sunan Kalijaga. Berminat dalam kajian perempuan dan agama''...')
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://rahma.id/ Rahma.id]
|[https://jatim.nu.or.id/metropolis/fiqih-peradaban-punya-basis-perdamaian-dan-harmoni-global-AUeXp jatim.nu.or.id]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Izza  Royyani (''Alumni UIN Sunan Kalijaga. Berminat dalam kajian perempuan dan  agama'')
|A Habiburrahman
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|16 Mei  2021
|<nowiki>Selasa, 7 Februari 2023 | 12:00 WIB</nowiki>
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://rahma.id/faqihuddin-abdul-kodir-qiraah-mubaadalah/ Faqihuddin Abdul Kodir dan Teori Qira’ah Mubaadalah untuk  Relasi Kesalingan]
|[https://jatim.nu.or.id/metropolis/fiqih-peradaban-punya-basis-perdamaian-dan-harmoni-global-AUeXp Fiqih Peradaban Punya Basis Perdamaian dan Harmoni Global]
|}
|}
Wacana keadilan gender dalam agama pada era post-modern ini semakin menunjukkan kekuatannya. Bagaimana tidak, pada era ini banyak cendekiawan muslim yang mencoba merumuskan metodologi untuk membaca teks sumber Islalm yang masih sering diinterpretasi secara kurang tepat, atau bahkan mendiskriminasikan perempuan. Faqihudin Abdul Kodir, merupakan salah satu nama cendekiawan muslim Indonesia yang turut memberikan andil dalam hal ini
Surabaya, ''NU Online Jatim''


Faqihuddin Berasal dari Cirebon, Jawa Barat.  Mengawali rihlah menjadi  santri di Dar al-[[Tauhid]] Arjawinangun, Cirebon (1983-1989).  Pendidikan Sarjananya ia tempuh di Damaskus-Syiria dengan mengambil ''double degree'' Fakultas Dakwah Abu Nur (1989-1995) dan Fakultas Syari’ah Universitas Damaskus (1990-1996). Jenjang Master secara resmi ia tempuh di International Islamic University Malaysia pada bidang pengembangan fiqih zakat (1996-1999). Sepuluh tahun kemudian, ia melanjutkan studi doktor di Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), UGM Yogyakarta (2009-2015).
KH [[Faqihuddin Abdul Kodir]] menyebutkan bahwa fiqih peradaban memiliki basis yang kuat menuju perdamaian dan harmoni global. Sebab itu, agenda untuk mengumpulkan dan berkumpul bersama ulama Indonesia dan dunia dalam rangka melihat kembali arah peradaban manusia sebagaimana kegiatan ini cukup penting.
 
Penegasan tersebut disampaikan Kang Faqih, sapaan akrabnya, disela agenda Muktamar Internasional Fiqih Peradaban 1, Senin (06/02/2023). Kegiatan yang menghadirkan 15 pembicara ini dipusatkan di Hotel Shangri-La Surabaya.
 
Pengurus [[Lembaga]] Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menyebutkan, istilah fiqih peradaban itu menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk memperhatikan isu dan kebutuhan kemanusiaan secara umum.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]

Menu navigasi