UMKM Jepara Turut Menyemarakkan Kongres Ulama Perempuan Indonesia Ke 2: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://fahmina.or.id/8-rekomendasi-hasil-kupi-ii-mewujudkan-peradaban-yang-berkeadilan/ Fahmina] |- |Penulis |: |Tim KUP...')
 
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://fahmina.or.id/8-rekomendasi-hasil-kupi-ii-mewujudkan-peradaban-yang-berkeadilan/ Fahmina]
|[https://fahmina.or.id/umkm-jepara-turut-menyemarakkan-kongres-ulama-perempuan-indonesia-ke-2/ Fahmina]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Tim [[KUPI]]
|Zaenal Abidin
|-
|-
|Tanggal  Terbit
|Tanggal  Terbit
|:
|:
|18 Desember 2022
|24 November 2022
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://fahmina.or.id/8-rekomendasi-hasil-kupi-ii-mewujudkan-peradaban-yang-berkeadilan/ 8 Rekomendasi Hasil KUPI Ke 2: Mewujudkan Peradaban yang Berkeadilan]
|[https://fahmina.or.id/umkm-jepara-turut-menyemarakkan-kongres-ulama-perempuan-indonesia-ke-2/ UMKM Jepara Turut Menyemarakkan Kongres Ulama Perempuan Indonesia Ke 2]
|}Perhelatan Kongres KUPI II resmi ditutup pada 26 November 2022. Selama empat hari berturut-turut, peserta kongres KUPI II memberikan berbagai masukan untuk mengokohkan paradigma, visi, dan misi untuk mewujudkan hasil KUPI II bagi peradaban yang berkeadilan. Kegiatan diskusi baik di sesi panel maupun paralel riuh dengan pergulatan ideologi dan pendapat sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing peserta.
|}Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jepara turut serta dalam menyemarakkan gelaran Kongres [[Ulama Perempuan]] yang kedua di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara, pada Rabu 23 November 2022.


Hasil diskusi baik dari sesi panel dan paralel, [[musyawarah]] keagamaan, dan refleksi paralel menghasilkan delapan rekomendasi hasil KUPI II. Hasil rekomendasi tersebut dibacakan bersamaan dengan penutupan KUPI II. Ketua pelaksana KUPI II Nyai [[Masruchah]] menyatakan bahwa rekomendasi tersebut mereka sampaikan sebagai masukan untuk pemerintah. Sekaligus menghimbau masyarakat secara umum khususnya [[jaringan]] KUPI agar berkomitmen dalam mengamal dan membawa misi KUPI ke wilayah dakwah masing-masing.
Pameran ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta. Pihaknya Pak merasa senang dan bangga wilayahnya dijadikan sebagai ajang ulama perempuan Indonesia kedua.


==== Delapan Rekomendasi Hasil KUPI II di Bangsri Jepara ====
“Produk UMKM sudah mulai berkembang mudah-mudahan dengan adanya pameran ini turut mengatasi laju inflasi, perekonomian masyarakat akan meningkat,” Kata Edy, pada hari Rabu (23/11/2022)
Rekomendasi yang tersampaikan pada penutupan KUPI II ini menegaskan posisi KUPI sebagai sebuah gerakan. KUPI bukanlah organisasi yang memiliki struktur hierarkis. KUPI sebagai gerakan meniscayakan adanya persemaian narasi keadilan gender di seluruh medan dakwah yang digeluti peserta kongres.


Apapun profesi dan latar belakang pendidikannya, para peserta kongres harapannya mampu membawa visi dan misi KUPI. Untuk mempertegas nilai yang akan KUPI usung, berikut ini delapan rekomendasi KUPI II guna mewujudkan peradaban yang berkeadilan.
Sementara itu Ketua Lokal [[KUPI]] 2 Hindun Annisa selaku menjelaskan pameran produk ulama perempuan dan umkm ini digelar untuk menunjukkan bahwa KUPI hadir untuk masyarakat.


''Pertama''; recognisi KUPI sebagai gerakan [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] telah diterima oleh masyarakat secara luas. Oleh karena itu, negara harus melibatkan KUPI dalam kerja-kerja strategis dan menjadikan KUPI sebagai mitra kerja pemerintah. Masyarakat sipil juga harus bersinergi dengan KUPI guna membangun peradaban yang berkeadilan baik di tingkat lokal maupun regional.
“KUPI ingin ikut menggerakkan perekonomian. Pameran ini juga bisa dinikmati masyarakat. Karena KUPI bukan milik segelintir orang tapi milik kita,” Ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari.


''Kedua''; korban dalam kasus kekerasan seksual dan perkosaan acapkali tersudut, terstigma, dan terdiskriminasi oleh narasi patriarki. Alih-laih mendapatkan bantuan hukum, korban justru semakin terpinggirkan dan dikucilkan ditengah beban psikologis yang dialami. Oleh karena itu, negara harus memprioritaskan regulasi yang berpihak pada korban.
Ketua Umum KUPI 2 mengatakan adanya side event seperti pameran prodak UMKM ini tidak semata-mata diadakan begitu saja, namun ingin menunjukkan bahwa ulama perempuan berperan dalam perekonomian.


UU TPKS adalah salah satu perantara untuk merubah ''mindset'' kuno dan mulai membuka kesadaran untuk berpihak pada korban. oleh karena itu, masyarakat sipil harus terlibat dalam memastikan tak ada lagi korban pemerkosaan dan kekerasan seksual yang terdiskriminasi.
Pameran ini bagian dari apresiasi, UMKM Jepara turut menyemarakkan kongres di jepara. Keterlibatan UMKM ini turut serta menggerakkan perekonomian masyarakat jepara.


Adapun jaringan KUPI harus gencar mengkaji ''nash-nash'' berkaitan dengan kekerasan dan perkosaan dengan perspektif pengalaman perempuan. Karena tak jarang, marginalisasi korban perkosaan justru dilegitimasi oleh narasi-narasi teks literalis yang tekstual.
“Kehadiran kupi dari 43 provinsi dna 28 negara sahabat yang hadir setidaknya berkenalan dengan [[tradisi]] dan perekonomian di jepara,” terangnya.


==== Perempuan, Isu Lingkungan dan Kekerasan terhadap Perempuan ====
Sementara itu Krisna peserta UMKM meras senang dengan adanya pameran ini. Ia mengaku menampilkan konsep etnik kerajinan kain tenun dan batik Troso khas Jepara
''Ketiga''; sampah bukan hanya permasalahan perempuan namun permasalahan global. Maka negara perlu menjadikan isu sampah sebagai salah satu isu strategis negara. Masyarakat sipil juga kita himbau untuk mulai menyadari bahaya sampah dan mengedukasi masyaraat di sekelilingnya. Adapun KUPI dan jaringannya harus banyak memproduksi pandangan keagamaan berkaitan dengan sampah.


''Keempat''; gerakan ekstrimisme dan radikalisme meletakkan perempuan sebagai korban. Maka negara harus melindungi seluruh warga negaranya dari bahaya ekstrimisme salah satunya dengan pendekatan moderasi beragama. Masyarakat sipil juga harus menunjukkan cara beragama yang damai, ramah, dan toleran. Sedangkan jaringan KUPI harus memperkuat actor perdamaian baik di wilayah lokal maupun global.
Ia menyadari saat ini persaingan ekonomi semakin ketat, inovasi harus terus dikembangkan terutama tenun dan batik serta berharap UMKM nya meningkat


''Kelima''; pemaksaan perkawinan anak adalah kezaliman bagi perempuan. Maka negara harus bisa memastikan adanya sebuah regulasi untuk menghentikan praktik perkawinan anak. Masyarakat sipil harus aktif memantau dan memastikan anak-anak perempuan di sekelilingnya terhindar dari pemaksaan perkawinan. Sedangkan jaringan KUPI harus aktif memperkuat narasi agama yang menolak pemaksaan perkawinan berdasarkan pengalaman perempuan
“Semoga UMKM lebih meningkat dalam berkreatifitas dan berkarya tidak monoton begitu saja. Dulu batik lebih kepada pakaian formal tapi hari ini bisa dipakai kapan saja,” katanya


''Keenam''; P2GP atau Praktik Pemotongan dan Pelukaan Genetalia Perempuan tanpa ada pertimbangan medis mengandung ''mudharat'' bagi perempuan. Maka negara harus menyusun regulasi yang tegas melarang P2GP tanpa pertimbangan medis.
Ia juga menyatakan dukungannya kepada KUPI lancar acaranya dan bisa mengangkat kaum perempuan bisa berkarya.


Masyarakat sipil juga aktif melakukan kampanye penolakan P2GP tanpa pertimbangan medis di wilaya sekitarnya. Sedangkan jaringan KUPI aktif memberikan pandangan agama mengenai pelarangan P2GP tanpa pertimbangan medis dengan menggunakan pendekatan pengalaman perempuan.
“Semoga KUPI sukses dapat mengangkat perempuan indonesia lebih berkarya bisa lebih berkembang tidak hanya sekedar ibu rumah tangga,” pungkasnya. P


==== Krisis Kemanusiaan ====
Pmeran ini diikuti sebanyak 120 UMKM ikut dijadwalkan selama lima hari dari tgl 23-27 november 2022.
''Ketujuh''; krisis kemanusiaan di negara-negara konflik seperti Iran, Afghanistan, Myanmar dan negara lainnya adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. Maka negara harus terlibat aktif dalam membangun perdamaian dunia. Jaringan KUPI secara harus aktif menyuarakan narasi keagamaan tentang perdamaian untuk menjaga kemaslahatan masyarakat dan guna mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin.


''Kedelapan'', KUPI tidak bekerja di wilayah elitis namun juga menyentuh gerakan di masyarakat lokal. Pelibatan seluruh elemen masyarakat sangat kita perlukan untuk mendorong tumbuhnya gerakan ulama perempuan di daerah. Pendekatan pengetahuan dan pengalaman perempuan tidak pandang bulu dan berlaku untuk semua lini gerakan.
Dalam pameran ini juga tersedia panggung pertunjukkan, dimana akan diisi oleh berbagai penampilan termasuk kesenian rakyat jepara.


==== Sinergitas dalam Mewujudkan Peradaban Yang Berkeadilan ====
KUPI akan berlangsung pada tanggal 24-26 November 2022.
Dari delapan rekomendasi hasil KUPI II tersebut di atas, sangat jelas bahwa KUPI sebagai sebuah gerakan membutuhkan sinergitas dari berbagai lini dan sektor. Leading sector utama gerakan KUPI bertumpu pada kebijakan pemerintah. Maka KUPI dan pemerintah harus bersinergi dalam menghasilkan regulasi yang berkeadilan gender.
 
KUPI juga mengajak seluruh masyarakat sipil agar terlibat dalam menyuarakan isu-isu strategis KUPI di wilayah dakwah masing-masing. Influencer, dosen, mahasiswa, guru, pimpinan majlis ta’lim, semuanya memiliki ladang dakwah masing-masing.
 
Pun demikian dengan jaringan KUPI, harus mereproduksi narasi keagamaan dengan mempertimbangkan pengalaman dan pengetahuan perempuan. Karena pada dasarnya misi [[tauhid]] Islam yang utama adalah kesetaraan. []
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita Kongres 2]]
[[Kategori:Berita Kongres 2]]
[[Kategori:Berita Online Kongres 2]]
[[Kategori:Berita Online Kongres 2]]

Menu navigasi