Maria Ulfah Anshor: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tidak ada perubahan ukuran ,  15 Agustus 2021 09.51
tidak ada ringkasan suntingan
Baris 11: Baris 11:
Pada kesempatan tersebut, disepakati yang terpenting adalah perspektifnya dulu. Bahwa ulama perempuan adalah yang punya perspektif gender, paham teks dan konteks, dan mereka selama ini sudah punya pengalaman untuk mengimplementasikannya, sehingga dari situ kemudian disepakati terselenggaranya KUPI pertama. Tapi persiapannya sudah dilakukan sejak tahun 2015, melalui Pra Kongres dan kegiatan-kegiatan di beberapa daerah, atau untuk menjaring isu apa yang dihadapi oleh teman-teman di daerah, yang kemudian diidentifikasi dan disepakati menjadi agenda KUPI di tahun 2017.
Pada kesempatan tersebut, disepakati yang terpenting adalah perspektifnya dulu. Bahwa ulama perempuan adalah yang punya perspektif gender, paham teks dan konteks, dan mereka selama ini sudah punya pengalaman untuk mengimplementasikannya, sehingga dari situ kemudian disepakati terselenggaranya KUPI pertama. Tapi persiapannya sudah dilakukan sejak tahun 2015, melalui Pra Kongres dan kegiatan-kegiatan di beberapa daerah, atau untuk menjaring isu apa yang dihadapi oleh teman-teman di daerah, yang kemudian diidentifikasi dan disepakati menjadi agenda KUPI di tahun 2017.


== RIWAYAT HIDUP ==
== Riwayat Hidup ==
Maria berasal dari keluarga petani, aktivitas sehari-hari Ayahnya mengelola tajug atau mushala dan mengajar di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Yapin Kertasemaya. Ketika sudah sepuh hanya mengurus tajug dan pengajian bapak-bapak. Sedangkan Ibu Maria, kegiatannya sama, waktu muda keliling mengaji dari majelis ta’lim ke majelis ta’lim. Pendidikan Dasar di SDN Kertasemaya, berbarengan dengan sekolah di Madrasah Diniyyah di Tulung Agung, Kertasemaya Indramayu. Lalu dilanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) sambil nyantri di pesantren Darul Tauhid Arjawinangun, Cirebon. Sementara Madrasah Aliyah-nya diselesaikan di Pesantren Al Muayyad, Surakarta. Di sanalah ia aktif dalam organisasi kader untuk perempuan NU, IPPNU cabang Solo. Lulus dari Solo, Maria pun pergi ke Jakarta untuk melanjutkan studinya di Fakultas Syariah di Institut Ilmu al Qur’an (IIQ) Jakarta. Semasa kuliah, dia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan sempat masuk di jajaran pengurus besar PMII.  Selesai S1 sempat mengajar di SMA dan MA Al Muhlisin di Parung Bogor.  
Maria berasal dari keluarga petani, aktivitas sehari-hari Ayahnya mengelola tajug atau mushala dan mengajar di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Yapin Kertasemaya. Ketika sudah sepuh hanya mengurus tajug dan pengajian bapak-bapak. Sedangkan Ibu Maria, kegiatannya sama, waktu muda keliling mengaji dari majelis ta’lim ke majelis ta’lim. Pendidikan Dasar di SDN Kertasemaya, berbarengan dengan sekolah di Madrasah Diniyyah di Tulung Agung, Kertasemaya Indramayu. Lalu dilanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) sambil nyantri di pesantren Darul Tauhid Arjawinangun, Cirebon. Sementara Madrasah Aliyah-nya diselesaikan di Pesantren Al Muayyad, Surakarta. Di sanalah ia aktif dalam organisasi kader untuk perempuan NU, IPPNU cabang Solo. Lulus dari Solo, Maria pun pergi ke Jakarta untuk melanjutkan studinya di Fakultas Syariah di Institut Ilmu al Qur’an (IIQ) Jakarta. Semasa kuliah, dia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan sempat masuk di jajaran pengurus besar PMII.  Selesai S1 sempat mengajar di SMA dan MA Al Muhlisin di Parung Bogor.  


Baris 29: Baris 29:
Anggota KPAI periode 2014-2017, komisioner penanggung jawab bidang Sosial dan Darurat Bencana Komisioner Komnas Perempuan (2020-2024)
Anggota KPAI periode 2014-2017, komisioner penanggung jawab bidang Sosial dan Darurat Bencana Komisioner Komnas Perempuan (2020-2024)


== TOKOH DAN KEULAMAAN PEREMPUAN ==
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
Ketika kegiatan KUPI berlangsung dengan pembahasan 3 isu besar antara lain, pertama bagaimana mencegah perkawinan anak. Kedua, penghapusan kekerasan seksual. dan Ketiga, terkait dengan lingkungan. Dari ketiga isu Maria bertanggung jawab dengan konten pencegahan perkawinan anak bersama tim yang sudah dibentuk dengan tugas masing-masing. Tim tersebut membuat atau mengelola draft usulan yang dibahas dalam KUPI, dengan argumentasi baik yang basisnya berdasarkan teks keagamaan maupun [[hasil]] penelitian. Secara kebetulan di tahun 2015, Maria melakukan literature review terkait dengan perkawinan anak dan dampaknya pada kesehatan reproduksi. Seluruh hasil penelitian itu digunakan sebagai argumentasi di dalam usulan tentang pentingnya upaya, baik secara perspektif Islam maupun voaksi untuk upaya penghentian perkawinan anak. Kemudian saat sidang komisi Maria ikut mengawal dengan menjadi pimpinan sidang pembahasan Pencegahan Perkawinan Anak.
Ketika kegiatan KUPI berlangsung dengan pembahasan 3 isu besar antara lain, pertama bagaimana mencegah perkawinan anak. Kedua, penghapusan kekerasan seksual. dan Ketiga, terkait dengan lingkungan. Dari ketiga isu Maria bertanggung jawab dengan konten pencegahan perkawinan anak bersama tim yang sudah dibentuk dengan tugas masing-masing. Tim tersebut membuat atau mengelola draft usulan yang dibahas dalam KUPI, dengan argumentasi baik yang basisnya berdasarkan teks keagamaan maupun [[hasil]] penelitian. Secara kebetulan di tahun 2015, Maria melakukan literature review terkait dengan perkawinan anak dan dampaknya pada kesehatan reproduksi. Seluruh hasil penelitian itu digunakan sebagai argumentasi di dalam usulan tentang pentingnya upaya, baik secara perspektif Islam maupun voaksi untuk upaya penghentian perkawinan anak. Kemudian saat sidang komisi Maria ikut mengawal dengan menjadi pimpinan sidang pembahasan Pencegahan Perkawinan Anak.


Baris 46: Baris 46:
Sementara tantangan KUPI ke depan, adalah kekhwatiran adanya kelompok yang ekstrim masuk di dalam KUPI, tapi karena screening dari panitia cukup bagus, dan peserta teridentifikasi tidak berasal dari aliran ekstrim. Maria beranggapan kekuatan ekstremisme masih menjadi tantangan KUPI ke depan, bagaimana melunakkan kelompok-kelompok ini tanpa harus merubah keragaman. Bisa lebih memahami konteks dakwah mereka, dan bisa berdakwah bersama-sama memperkenalkan Islam yang ramah, tidak mempertentangkan antara keagamaan dan kebangsaan, karena kita posisinya ada di dalam Indonesia,  patuh pada  konstitusi dan sejumlah perundang-undangan yang ada di Indonesia.  
Sementara tantangan KUPI ke depan, adalah kekhwatiran adanya kelompok yang ekstrim masuk di dalam KUPI, tapi karena screening dari panitia cukup bagus, dan peserta teridentifikasi tidak berasal dari aliran ekstrim. Maria beranggapan kekuatan ekstremisme masih menjadi tantangan KUPI ke depan, bagaimana melunakkan kelompok-kelompok ini tanpa harus merubah keragaman. Bisa lebih memahami konteks dakwah mereka, dan bisa berdakwah bersama-sama memperkenalkan Islam yang ramah, tidak mempertentangkan antara keagamaan dan kebangsaan, karena kita posisinya ada di dalam Indonesia,  patuh pada  konstitusi dan sejumlah perundang-undangan yang ada di Indonesia.  


== PENGHARGAAN DAN PRESTASI ==
== Penghargaan dan Prestasi ==
Beberapa penghargaan yang Maria raih adalah Saparinah Sadli Award untuk penelitian “Fikih Aborsi untuk Pemberdayaan Hak dan Kesehatan Reproduks" , pada tahun 2004. Lalu Women of the year dari ANTV Award kategori gender dan sosial, pada tahun 2005.
Beberapa penghargaan yang Maria raih adalah Saparinah Sadli Award untuk penelitian “Fikih Aborsi untuk Pemberdayaan Hak dan Kesehatan Reproduks" , pada tahun 2004. Lalu Women of the year dari ANTV Award kategori gender dan sosial, pada tahun 2005.


== KARYA-KARYA ==
== Karya-karya ==


# Parenting with Love: Panduan Islami Mendidik Anak Penuh Cinta dan Kasih Sayang, Mizan Pustaka Bandung, 2010
# Parenting with Love: Panduan Islami Mendidik Anak Penuh Cinta dan Kasih Sayang, Mizan Pustaka Bandung, 2010

Menu navigasi