15.259
suntingan
| Baris 5: | Baris 5: | ||
Menuju hari H, semua panitia termasuk saya bersuka cita berangkat ke Cirebon sendiri-sendiri, namun dalam perjalanan menuju Cirebon, mendapat konfirmasi dari protokol Wapres bahwa tanggal 25 pagi Pak Wapres berkenan direkam ‘ucapan selamat kepada KUPI’. Padahal tanggal 25 itu hari pertama KUPI digelar diawali Konferensi Internasional. Semua panitia sudah di Cirebon, untung hari itu masih ada Bang [[Helmi Ali]] di Jakarta, sehingga saya dari Cirebon langsung ke Jakarta dan bersama beliau dan kru TV Aswaja bertemu Wapres di kantornya. Meskipun cukup menyesal saya tidak bisa mengikuti Seminar Internasional tapi bersyukur Wapres akhirnya memberikan ''greeting'' untuk KUPI. | Menuju hari H, semua panitia termasuk saya bersuka cita berangkat ke Cirebon sendiri-sendiri, namun dalam perjalanan menuju Cirebon, mendapat konfirmasi dari protokol Wapres bahwa tanggal 25 pagi Pak Wapres berkenan direkam ‘ucapan selamat kepada KUPI’. Padahal tanggal 25 itu hari pertama KUPI digelar diawali Konferensi Internasional. Semua panitia sudah di Cirebon, untung hari itu masih ada Bang [[Helmi Ali]] di Jakarta, sehingga saya dari Cirebon langsung ke Jakarta dan bersama beliau dan kru TV Aswaja bertemu Wapres di kantornya. Meskipun cukup menyesal saya tidak bisa mengikuti Seminar Internasional tapi bersyukur Wapres akhirnya memberikan ''greeting'' untuk KUPI. | ||
Malam hari saat pembukaan, meskipun beberapa ‘nama besar’ yang sedianya dijadwalkan memberikan sambutan/''keynote speak'' berhalangan hadir, namun sahabat [[Badriyah Fayumi]] menyampaikan pidato sambutannya sangat luar biasa memukau. Substansinya sangat komprehensif menceritakan peran ulama perempuan sejak masa Rasululllah hingga sejumlah ulama perempuan Indonesia, disampaikan dengan tutur kata yang khas beliau, sejuk. Sepanjang pidato tersebut, batin saya bergolak antara haru, bangga, senang bercampur khawatir membayangkan kalau-kalau ada pihak yang resisten terhadap KUPI. Namun ''Alhamdulillah'', proses kongres berjalan sangat lancar dan memuaskan, dari pembukaan hingga hari-hari berikutnya, agenda demi agenda berjalan dengan lancar. | Malam hari saat pembukaan, meskipun beberapa ‘nama besar’ yang sedianya dijadwalkan memberikan sambutan/''keynote speak'' berhalangan hadir, namun sahabat [[Badriyah Fayumi]] menyampaikan pidato sambutannya sangat luar biasa memukau. Substansinya sangat komprehensif menceritakan peran ulama perempuan sejak masa Rasululllah hingga sejumlah ulama perempuan Indonesia, disampaikan dengan tutur kata yang khas beliau, sejuk. Sepanjang pidato tersebut, batin saya bergolak antara haru, bangga, senang bercampur khawatir membayangkan kalau-kalau ada pihak yang resisten terhadap KUPI. Namun ''Alhamdulillah'', [[Proses Kongres|proses kongres]] berjalan sangat lancar dan memuaskan, dari pembukaan hingga hari-hari berikutnya, agenda demi agenda berjalan dengan lancar. | ||
Begitu juga ketika pembahasan [[Musyawarah]] Keagamaan, kebetulan saya ditugasi memimpin sidang Perkawinan Anak, itu pun prosesnya sangat alami dan mengalir lancar, tidak ada penolakan sedikit pun dari peserta, baik substansinya maupun metodologinya. Meskipun di awal, ada salah satu peserta yang cukup keras dengan mengatakan, “Saya tidak setuju jika forum ini akan membuat hukum baru karena bertentangan dengan bla..bla...,” tetapi kemudian melunak dan menyetujui setelah saya jelaskan alur pengambilan keputusan terkait perkawinan anak dalam [[Musyawarah Keagamaan]] KUPI tersebut. Keputusan Musyawarah keagamaan pun diterima peserta sesuai dengan apa yang dimusyawarahkan oleh peserta yang hadir. | Begitu juga ketika pembahasan [[Musyawarah]] Keagamaan, kebetulan saya ditugasi memimpin sidang Perkawinan Anak, itu pun prosesnya sangat alami dan mengalir lancar, tidak ada penolakan sedikit pun dari peserta, baik substansinya maupun metodologinya. Meskipun di awal, ada salah satu peserta yang cukup keras dengan mengatakan, “Saya tidak setuju jika forum ini akan membuat hukum baru karena bertentangan dengan bla..bla...,” tetapi kemudian melunak dan menyetujui setelah saya jelaskan alur pengambilan keputusan terkait perkawinan anak dalam [[Musyawarah Keagamaan]] KUPI tersebut. Keputusan Musyawarah keagamaan pun diterima peserta sesuai dengan apa yang dimusyawarahkan oleh peserta yang hadir. | ||
| Baris 17: | Baris 17: | ||
''(Pengurus [[Alimat]], Komisioner KPAI 2012-2017, Panitia OC KUPI)'' | ''(Pengurus [[Alimat]], Komisioner KPAI 2012-2017, Panitia OC KUPI)'' | ||
[[Kategori:Refleksi | [[Kategori:Refleksi]] | ||
[[Kategori:Refleksi | [[Kategori:Refleksi Kongres 1]] | ||