Tutup KUPI, MENAG Sebut Tiga Hal Strategis Kongres Ulama Perempuan: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi 'Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menutup Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Kongres yang kali pertama digelar di dunia ini berlangsung dari 25-27 April 2017...')
 
Baris 1: Baris 1:
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menutup Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]). Kongres yang kali pertama digelar di dunia ini berlangsung dari 25-27 April 2017 di Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon.
Menteri Agama [[Lukman Hakim Saifuddin]] menutup Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]). Kongres yang kali pertama digelar di dunia ini berlangsung dari 25-27 April 2017 di Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon.


"Sejujurnya saya merasa kongres ini luar biasa. Tidak hanya karena substansi yang dikaji, hasil dan rekomendasi yang dilahirkan, tapi karena juga prosesnya yang sepenuhnya berasal dari inisiatif kaum perempuan," terang Menag di Cirebon, Kamis (27/04).
"Sejujurnya saya merasa kongres ini luar biasa. Tidak hanya karena substansi yang dikaji, hasil dan rekomendasi yang dilahirkan, tapi karena juga prosesnya yang sepenuhnya berasal dari inisiatif kaum perempuan," terang Menag di Cirebon, Kamis (27/04).
Baris 7: Baris 7:
"Kongres ini memiliki peran penting agar keadilan relasi terus diperjuangkan," tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
"Kongres ini memiliki peran penting agar keadilan relasi terus diperjuangkan," tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.


Kedua, lanjut Menag, kongres telah merekognisi dan merevitalisasi peran ulama perempuan yang sudah berlangsung bahkan sejak zaman Siti Aisyah, istri Rasulullah, hingga [[tokoh]] perempuan Indonesia. "Selain rekognisi dan revitaliasi, yang tidak kalah penting adalah membangun jaringan ulama perempuan," ujarnya.
Kedua, lanjut Menag, kongres telah merekognisi dan merevitalisasi peran ulama perempuan yang sudah berlangsung bahkan sejak zaman Siti Aisyah, istri Rasulullah, hingga [[tokoh]] perempuan Indonesia. "Selain rekognisi dan revitaliasi, yang tidak kalah penting adalah membangun [[jaringan]] ulama perempuan," ujarnya.


Makna ketiga, menurut Menag kongres telah berhasil meneguhkan dan menegaskan bahwa moderasi Islam harus senantiasa dikedepankan. Kata Menag, Islam yang moderat, rahmatan lil alamin, tidak menyudutkan posisi kedudukan perempuan, dan menebarkan kemaslahatan bagi sesama harus terus dikembangkan.
Makna ketiga, menurut Menag kongres telah berhasil meneguhkan dan menegaskan bahwa moderasi Islam harus senantiasa dikedepankan. Kata Menag, Islam yang moderat, rahmatan lil alamin, tidak menyudutkan posisi kedudukan perempuan, dan menebarkan kemaslahatan bagi sesama harus terus dikembangkan.
Baris 13: Baris 13:
"Isu ini sangat relevan dan perempuan telah mengambil peran strategis melalui kongres ini dengan menghadirkan isu moderasi Islam sehingga bisa berkontribusi bagi pembangunan peradaban dunia," ujarnya.
"Isu ini sangat relevan dan perempuan telah mengambil peran strategis melalui kongres ini dengan menghadirkan isu moderasi Islam sehingga bisa berkontribusi bagi pembangunan peradaban dunia," ujarnya.


Sebelumnya, sekretaris panitia Ninik Rahayu melaporkan bahwa ide penyelenggaraan kongres sudah dibahas sejak lama. KUPI pada akhirnya menjadi oase ulama perempuan tentang pentingnya peran perempuan dalam meneguhkan nilai Keislaman, Kebangsaan, dan Kemanusiaan.
Sebelumnya, sekretaris panitia [[Ninik Rahayu]] melaporkan bahwa ide penyelenggaraan kongres sudah dibahas sejak lama. KUPI pada akhirnya menjadi oase ulama perempuan tentang pentingnya peran perempuan dalam meneguhkan nilai Keislaman, Kebangsaan, dan Kemanusiaan.


Menurut Ninik, dalam tiga hari penyelenggaraan, KUPI telah membahas dan menghasilkan rekomendasi terkait tiga isu besar, yaitu kekerasan seksual, perkawinan usia anak, serta kerusakan lingkungan.
Menurut Ninik, dalam tiga hari penyelenggaraan, KUPI telah membahas dan menghasilkan rekomendasi terkait tiga isu besar, yaitu kekerasan seksual, perkawinan usia anak, serta kerusakan lingkungan.
Baris 28: Baris 28:
''Sumber: https://googleweblight.com/?lite_url=https://www.kemenag.go.id/berita/495849/tutup-kupi-menag-sebut-tiga-hal-strategis-kongres-ulama-perempuan&ei=NFMtk5Af&lc=id-ID&s=1&m=342&host=www.google.co.id&ts=1493297440&sig=AJsQQ1BsbLOk8RswenfrYsTpcxqdpnvxMA''
''Sumber: https://googleweblight.com/?lite_url=https://www.kemenag.go.id/berita/495849/tutup-kupi-menag-sebut-tiga-hal-strategis-kongres-ulama-perempuan&ei=NFMtk5Af&lc=id-ID&s=1&m=342&host=www.google.co.id&ts=1493297440&sig=AJsQQ1BsbLOk8RswenfrYsTpcxqdpnvxMA''
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita KUPI 1]]

Menu navigasi