Tantangan Ulama Perempuan di Negaranya: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi 'Lazim diketahui, ruang gerak perempuan di Arab Saudi tak sebebas negara-negara lain, termasuk Indonesia. Menurut masyarakat Arab, hal itu merupakan bentuk perlindungan...')
 
Baris 1: Baris 1:
Lazim diketahui, ruang gerak perempuan di Arab Saudi tak sebebas negara-negara lain, termasuk Indonesia. Menurut masyarakat Arab, hal itu merupakan bentuk perlindungan dan penghormatan kaum hawa. Bicara perempuan Arab Saudi semakin kompleks lantaran minimnya keterlibatan di sektor politik, ekonomi dan sosial. Maka dari itu, “sebagai ulama perempuan, kita memiliki tanggung jawab menyebarkan Islam moderat yang menyampaikan kesetaraan dan kemanusiaan,” tutur seorang ulama perempuan asal Arab Saudi, Hatoon Al-Fasi, saat hadir dalam kongres ulama perempuan Indonesia ([[KUPI]]) di pondok pesantren Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kemarin.
Lazim diketahui, ruang gerak perempuan di Arab Saudi tak sebebas negara-negara lain, termasuk Indonesia. Menurut masyarakat Arab, hal itu merupakan bentuk perlindungan dan penghormatan kaum hawa. Bicara perempuan Arab Saudi semakin kompleks lantaran minimnya keterlibatan di sektor politik, ekonomi dan sosial. Maka dari itu, “sebagai ulama perempuan, kita memiliki tanggung jawab menyebarkan Islam moderat yang menyampaikan kesetaraan dan kemanusiaan,” tutur seorang ulama perempuan asal Arab Saudi, Hatoon Al-Fasi, saat hadir dalam kongres ulama perempuan Indonesia ([[KUPI]]) di pondok pesantren Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kemarin.


Di Arab Saudi, ulama perempuan atau [[alimat]] adalah para pendidik perempuan. Mereka ahli dalam studi agama yang memiliki kemampuan memberikam fatwa dan ijtihad. Mereka juga memiliki pengetahuan tentang Islam yang dapat memberikan semangat kesetaraan dan keadilan. Sayangnya banyak pimpinan yang memonopoli pandangan yang akhirnya menyudutkan perempuan.
Di Arab Saudi, ulama perempuan atau [[alimat]] adalah para pendidik perempuan. Mereka ahli dalam studi agama yang memiliki kemampuan memberikam [[fatwa]] dan [[ijtihad]]. Mereka juga memiliki pengetahuan tentang Islam yang dapat memberikan semangat kesetaraan dan keadilan. Sayangnya banyak pimpinan yang memonopoli pandangan yang akhirnya menyudutkan perempuan.


Itu adalah kasus dan tantangan yang dimiliki perempuan muslim di banyak tempat. “Untungnya, Arab Saudi memberikan keistimewaan terhadap saya sekaligus menjadi perhatian ketika saya yang perempuan di Arab Saudi berbicara Islam. Di dunia Arab, para alimat tidak banyak,” kata Hatoon.
Itu adalah kasus dan tantangan yang dimiliki perempuan muslim di banyak tempat. “Untungnya, Arab Saudi memberikan keistimewaan terhadap saya sekaligus menjadi perhatian ketika saya yang perempuan di Arab Saudi berbicara Islam. Di dunia Arab, para alimat tidak banyak,” kata Hatoon.
Baris 28: Baris 28:
''Sumber: Harian Republika, 28 April 2017''
''Sumber: Harian Republika, 28 April 2017''
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita KUPI 1]]

Menu navigasi