2022 Pengasuhan Anak dalam Perspektif Mubadalah
Abstract
| Judul | UNES LAW REVIEW |
|---|---|
| Seri | Vol 12, No 2 (2022) |
Tahun terbit | Apr 25, 2024 |
| ISBN | 2828-4453 |
| Nama Jurnal | : | AL-BURHAN |
| Seri | : | Vol 12, No 2 (2022) |
| Tahun | : | Apr 25, 2024 |
| Judul Tulisan | : | Pengasuhan Anak dalam Perspektif Mubadalah |
| Penulis | : | Indar Wahyuni (STAI Pati), Nurul Ma’rifah (UIN SMH Banten) |
The purpose of marriage is to form a sakinah mawaddah warahmah family. The ideal of forming a happy and prosperous family is impossible if the patriarchal culture is still firmly attached to men's thinking. where a man has a very dominant role in controlling life, while a woman (wife) is only used as a complement, or in Javanese terms commonly referred to as konco wingking (back friend) which means women only have a position as followers. The family is the first place for children when born from it will learn many things in daily life, so that parenting will affect whether it only involves the role of the father or both are equally active so that the quality of the child's cognitive, affective and psychomotor will develop well. The purpose of this study is to describe how parenting is in a Mubadalah perspective. Based on the description of the background above, there is a problem formulation on how to raise children in the Mubadalah Perspective. This research method uses a qualitative approach with the type of research. Library Research. The research carried out is reading various literature studies on parenting both in Islam and by law as well as reading literature on Mubadalah's perspective in the Qiro'ah Mubadalah book. Data collection is done through the Documentation method. This research was conducted by means of triangulation from book sources. The analysis process is carried out simultaneously with data collection through several stages, namely data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that: Parenting in Mubadalah's Perspective is the existence of mutual cooperation, mutual cooperation between fathers and mothers in raising children, being a shared responsibility between fathers and mothers, This means that there is no inequality of responsibility in raising children. Children born male or female both have the right to be protected, cared for and educated. Children who develop in a harmonious family and gender justice affect their personality, so that the role of the family, both father and mother, has an important role and is a key and main factor for children's success.
Keywords: Parenting, Child, Mubadalah
Abstrak
Tujuan dari pernikahan adalah membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Cita-cita membentuk keluarga bahagia sejahtera mustahil terwujud jika budaya patriarki masih melekat kuat dalam berpikir laki-laki. di mana seorang laki-laki memiliki peran sangat dominan dalam memegang kendali kehidupan, sementara seorang perempuan (isteri) hanya dijadikan sebagai pelengkap, atau dalam istilah jawa biasa disebut sebagai konco wingking (teman belakang) yang berarti perempuan hanya memiliki posisi sebagai pengikut. Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak ketika dilahirkan darinya akan belajar banyak hal dalam keseharian, sehuingga pengasuhan anak pun akan berpengaruh apakah hanya melibatkan peran ayah atau keduanya sama sama aktif sehingga kualitas anak baik kognitif, afektif dan psikomotorik akan berkembang dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pengasuhan anak dalam perspektif mubadalah. Berdasarkan uraian latar belakang di atas muncul rumusan masalah bagaimana pengasuhan anak dalam Perspektif Mubadalah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengasuhan anak dalam Perspektif Mubadalah. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Kepustakaan Library Research penelitian yang dilakukan yakni membaca berbagai kajian literatur tentang pengasuhan anak baik dalam Islam maupun secaraUndang Undang juga membaca literatur tentang perspektif Mubadalah dalam Buku Qiro’ah Mubadalah. Pengumpulan data dilakukan melalui metode Dokumentasi. Penelitian ini, dilakukan dengan cara trianggulasi dari sumber buku. Proses analisis dilakukan secara bersamaan dengan pengumpulan data melalui beberapa tahapan yaitu Reduksi data, Penyajian data, kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pengasuhan Anak dalam Perspektif Mubadalah adalah adanya kesalingan saling bekerjasama, bergotong royong antara ayah dan ibu dalam mengasuh anak, menjadi tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu, Artinya tidak ada ketimpangan tanggungjawab dalam mengasuh anak. Anak yang terlahir laki laki ataupun perempuan sama-sama memliki hak untuk dilindungi, dirawat dan dididik. Anak anak yang berkembang pada keluarga harmonis dan berkeadilan gender berpengaruh kepada kepribadiannya, sehingga peran keluarga baik ayah dan ibu sama sama memiliki peran penting dan merupakan faktor kunci dan utama bagi kesuksesan anak.
Kata Kunci: Pengasuhan, Anak, Mubadalah
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://journal.staipati.ac.id/index.php/alburhan/article/view/12