Tafsir Ayat Relasional yang Kurang Mencerminkan Kesetaraan: Perbedaan revisi

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
 
Baris 20: Baris 20:


Di antara penafsiran ayat relasional yang bernuansa patriarki, ada pada pembacaan atas Q.S. Annisa: 34, yang dilakukan oleh beberapa mufasir klasik. Secara umum, ayat tersebut berbicara soal konsep kepemimpinan dalam rumah tangga. Kata kunci yang kemudian menjadi pokok pembahasan isu kepemimpinan laki-laki ialah ''qawwamun''.
Di antara penafsiran ayat relasional yang bernuansa patriarki, ada pada pembacaan atas Q.S. Annisa: 34, yang dilakukan oleh beberapa mufasir klasik. Secara umum, ayat tersebut berbicara soal konsep kepemimpinan dalam rumah tangga. Kata kunci yang kemudian menjadi pokok pembahasan isu kepemimpinan laki-laki ialah ''qawwamun''.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
 
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]

Revisi terkini pada 9 Juli 2025 03.28

Info Artikel

Sumber : tafsiralquran.id
Penulis : Halya Millati
Tanggal Publikasi : 20/02/2022
Artikel Lengkap : Tafsir Ayat Relasional yang Kurang Mencerminkan Kesetaraan

Sebagaimana dijelaskan pada artikel sebelumnya, eksistensi tafsir ayat relasional yang bernuansa patriarki juga menjadi alasan tersendiri mengapa harus mengembangkan penafsiran dengan kacamata kesetaraan. Terdapat beberapa tema tafsir ayat relasional yang bernuansa patriarki, seperti konsep kepemimpinan, awal penciptaan manusia, disharmonis dalam rumah tangga, dan lain-lain. Untuk dapat melihat secara lebih gamblang, berikut ini contoh tafsir ayat relasional yang kurang (untuk tidak menyatakan seluruhnya) mencerminkan kesetaraan.

Di antara penafsiran ayat relasional yang bernuansa patriarki, ada pada pembacaan atas Q.S. Annisa: 34, yang dilakukan oleh beberapa mufasir klasik. Secara umum, ayat tersebut berbicara soal konsep kepemimpinan dalam rumah tangga. Kata kunci yang kemudian menjadi pokok pembahasan isu kepemimpinan laki-laki ialah qawwamun.