Pelajaran tentang Makna Feminisme dan Islam: Perbedaan revisi
Loncat ke navigasi
Loncat ke pencarian
| Baris 22: | Baris 22: | ||
Dalam penggalan video yang disiarkan TV NU itu, Gus Yahya, sapaannya, meminta Fatayat dan Muslimat agar tidak ikut-ikutan ideologi jender dari Barat, seperti feminisme. ”Feminisme itu ''ndak'' (tidak) tepat. Kita harus mulai dengan wawasan keagamaan yang kita miliki,” ujarnya. | Dalam penggalan video yang disiarkan TV NU itu, Gus Yahya, sapaannya, meminta Fatayat dan Muslimat agar tidak ikut-ikutan ideologi jender dari Barat, seperti feminisme. ”Feminisme itu ''ndak'' (tidak) tepat. Kita harus mulai dengan wawasan keagamaan yang kita miliki,” ujarnya. | ||
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | [[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | ||
Revisi terkini pada 9 Juli 2025 03.21
Info Artikel
| Sumber | : | Kompas |
| Penulis | : | ABDULLAH FIKRI ASHRI |
| Tanggal Publikasi | : | 20 Januari 2023 17:46 WIB |
| Artikel Lengkap | : | Pelajaran tentang Makna Feminisme dan Islam |
Islam punya banyak cara pandang membela perempuan. Butuh peran semua pihak untuk membumikannya.
Potongan video Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf, yang berpesan agar NU tidak perlu ikut feminisme, sempat viral di media sosial. Diskursus tentang feminisme dan Islam pun kembali mencuat. Apakah kedua hal itu bertentangan atau sebaliknya?
Dalam penggalan video yang disiarkan TV NU itu, Gus Yahya, sapaannya, meminta Fatayat dan Muslimat agar tidak ikut-ikutan ideologi jender dari Barat, seperti feminisme. ”Feminisme itu ndak (tidak) tepat. Kita harus mulai dengan wawasan keagamaan yang kita miliki,” ujarnya.