Kesejahteraan Petani Faktor Kunci Suksesnya Swasembada Pangan: Perbedaan revisi

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel:''' {| |Sumber Original |: |[https://muria.suaramerdeka.com/muria-raya/078310909/sarasehan-pergunu-jepara-hindun-anisah-pemerintah-harus-turut-perhatik...')
 
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://muria.suaramerdeka.com/muria-raya/078310909/sarasehan-pergunu-jepara-hindun-anisah-pemerintah-harus-turut-perhatikan-kesejahteraan-guru-swasta Suara Merdeka]
|[https://muria.suaramerdeka.com/muria-raya/0714148102/kesejahteraan-petani-faktor-kunci-suksesnya-swasembada-pangan Suara Merdeka]
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|<nowiki>Minggu, 2 April 2023 | 21:52 WIB</nowiki>
|<nowiki>Sabtu, 14 Desember 2024 | 12:32 WIB</nowiki>
|-
|-
|Penulis
|Penulis
Baris 15: Baris 15:
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://muria.suaramerdeka.com/muria-raya/078310909/sarasehan-pergunu-jepara-hindun-anisah-pemerintah-harus-turut-perhatikan-kesejahteraan-guru-swasta Sarasehan Pergunu Jepara, Hindun Anisah: Pemerintah Harus Turut Perhatikan Kesejahteraan Guru Swasta]
|[https://muria.suaramerdeka.com/muria-raya/0714148102/kesejahteraan-petani-faktor-kunci-suksesnya-swasembada-pangan Kesejahteraan Petani Faktor Kunci Suksesnya Swasembada Pangan]
|}
|}
JEPARA, muria.suaramerdeka.com - Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Jepara melaksanakan Sarasehan Guru dengan tema "Guru Mulia Membangun Peradaban Dunia" di MA Miftahul Huda Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, Sabtu (1/4/2023).
JEPARA, muria suaramerdeka.com - Keberhasilan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintahan Prabowo Subianto, faktor kuncinya adalah kesejahteraan petani.


Sarasehan tersebut dilakukan dalam rangka Harlah Pergunu ke-71.
Pasalnya, dengan adanya peningkatan kesejahteraan petani, akan berimplikasi pada peningkatan produktifitas hasil pertanian.


Dalam kegiatan itu dihadiri Ketua Dewan Pakar Pergunu Jepara dan Wakil Syuriyah PCNU Prof Dr Mustaqim, Dewan Pakar Pergunu Jepara dan Stafsus Menteri Ketenagakerjaan RI [[Hindun Anisah]] MA, Wakil Ketua DPRD Jepara Nuruddin Amin, serta Ketua LP Ma'arif NU Jepara, Ketua Kelompok Kerja MI (KKMI) 2, Kelompok Kerja MTs (KKMTs) 2, Kelompok Kerja MA (KKMA), dan Pengurus Cabang serta Pengurus Anak Cabang Pergunu Juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Hal ini terungkap saat serap aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh anggota DPR RI Fraksi PKB Daerah Pemilihan Jawa Tengah II, [[Hindun Anisah]] di Jepara, Jum’at (13/12/2024).


Dalam sambutannya, Mustaqim mengatakan guru adalah profesi yang mulia, dan ciri dari mulianya guru adalah [[ikhlas]].
<nowiki>''</nowiki>Kesejahteraan petani adalah kunci dari suksesnya program swasembada pangan. Ini harus menjadi perhatian utama.


Dia berpesan bahwa guru harus berusaha berjuang meningkatkan kompetensinya. . . . . .
Sebab, ini bisa menjadi potensi ancaman serius yang terjadi jika petani di Indonesia tidak sejahtera.
 
"Tentu implikasinya, produktivitas menurun, bahkan bisa petani bisa beralih profesi dan menjual lahan pertaniannya,<nowiki>''</nowiki> ungkapnya.
 
Terlebih lagi, setiap kali masa panen, justru pemerintah terkesan gagap menkondisikan harga gabah yang jatuh.
 
Akibatnya, petani merugi.
 
Hindun mewanti-wanti agar pemerintah harus bisa mensikapi dan mengantisipasi lebih dini dengan perencanaan yang lebih serius.
 
<nowiki>''Jangan sampai produktivitas pangan di Indonesia yang sudah mengalami tren kenaikan, kembali turun lagi. Nilai tukar petani (NTP) dalam beberapa tahun terakhir ini harus bisa dijaga untuk lebih baik lagi,''</nowiki> terangnya.
 
Hal lain yang tak kalah penting, menurut anggota Komisi IV ini, adalah mendorong hilirisasi pertanian, dengan memacu keratifitas dan inovasi pada sektor pertanian.
 
Baginya, nilai tambah, bidang pertanian otomatis menjadi salah satu kunci kesejahteraan bagi petani, mengingat selama ini petani cenderung menjual produknya secara langsung saat panen berupa gabah tanpa mengolahnya dulu menjadi padi, sehingga keuntungan yang diterima lebih kecil.
 
<nowiki>''Tentu, jika petani kemudian difasilitasi untuk melakukan hilirisasi, pendapatan yang akan diterimanya jelas akan meningkat signifikan. Semua tahu bahwa menjual barang mentah pasti lebih murah ketimbang menjual barang jadi atau setengah jadi,''</nowiki> ungkapnya.
[[Kategori:Jejak Hindun Anisah]]
[[Kategori:Jejak Hindun Anisah]]

Revisi terkini pada 21 Agustus 2025 02.41

Info Artikel:

Sumber Original : Suara Merdeka
Tanggal Publikasi : Sabtu, 14 Desember 2024 | 12:32 WIB
Penulis : Septina Nafiyanti
Artikel Lengkap : Kesejahteraan Petani Faktor Kunci Suksesnya Swasembada Pangan

JEPARA, muria suaramerdeka.com - Keberhasilan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintahan Prabowo Subianto, faktor kuncinya adalah kesejahteraan petani.

Pasalnya, dengan adanya peningkatan kesejahteraan petani, akan berimplikasi pada peningkatan produktifitas hasil pertanian.

Hal ini terungkap saat serap aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh anggota DPR RI Fraksi PKB Daerah Pemilihan Jawa Tengah II, Hindun Anisah di Jepara, Jum’at (13/12/2024).

''Kesejahteraan petani adalah kunci dari suksesnya program swasembada pangan. Ini harus menjadi perhatian utama.

Sebab, ini bisa menjadi potensi ancaman serius yang terjadi jika petani di Indonesia tidak sejahtera.

"Tentu implikasinya, produktivitas menurun, bahkan bisa petani bisa beralih profesi dan menjual lahan pertaniannya,'' ungkapnya.

Terlebih lagi, setiap kali masa panen, justru pemerintah terkesan gagap menkondisikan harga gabah yang jatuh.

Akibatnya, petani merugi.

Hindun mewanti-wanti agar pemerintah harus bisa mensikapi dan mengantisipasi lebih dini dengan perencanaan yang lebih serius.

''Jangan sampai produktivitas pangan di Indonesia yang sudah mengalami tren kenaikan, kembali turun lagi. Nilai tukar petani (NTP) dalam beberapa tahun terakhir ini harus bisa dijaga untuk lebih baik lagi,'' terangnya.

Hal lain yang tak kalah penting, menurut anggota Komisi IV ini, adalah mendorong hilirisasi pertanian, dengan memacu keratifitas dan inovasi pada sektor pertanian.

Baginya, nilai tambah, bidang pertanian otomatis menjadi salah satu kunci kesejahteraan bagi petani, mengingat selama ini petani cenderung menjual produknya secara langsung saat panen berupa gabah tanpa mengolahnya dulu menjadi padi, sehingga keuntungan yang diterima lebih kecil.

''Tentu, jika petani kemudian difasilitasi untuk melakukan hilirisasi, pendapatan yang akan diterimanya jelas akan meningkat signifikan. Semua tahu bahwa menjual barang mentah pasti lebih murah ketimbang menjual barang jadi atau setengah jadi,'' ungkapnya.