Inklusivisme dan Toleransi Kontekstualisasi Pendidikan Agama di Sekolah: Perbedaan revisi

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi '{| |Sumber |: |[https://dinsos.jatimprov.go.id/uploads/konten/HmLvYTDDrYZ7xNuKkzFM5Yq2wkOz6DaiCpOEDL2J.pdf dinsos.jatimprov.go.id] |- |Tahun |: | Juni 2022 |- |Penulis...')
 
 
Baris 2: Baris 2:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://dinsos.jatimprov.go.id/uploads/konten/HmLvYTDDrYZ7xNuKkzFM5Yq2wkOz6DaiCpOEDL2J.pdf dinsos.jatimprov.go.id]
|[https://repositori.uin-alauddin.ac.id/23304/ Repositori UIN Alauddin Makassar]
|-
|-
|Tahun
|Tahun
Baris 10: Baris 10:
|Penulis
|Penulis
|:
|:
| Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
| Dr. H. Afifuddin, Lc. M.Ag.
|-
|-
|Penerbit
|Penerbit
|:
|:
| -
| CV. Pena Persada
|}{{Infobox book|editor=-|publisher=-|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Buku Panduan Inovasi Peningkatan Kemampuan Tuli Mengaji Dan Kajian Islam “Niat Tangkas”|isbn=-|pub_date=Juni 2022|cover_artist=|pages=|series=|author=|title_orig=Buku Panduan Inovasi Peningkatan Kemampuan Tuli Mengaji Dan Kajian Islam “Niat Tangkas”}}
|}{{Infobox book|editor=-|publisher=CV. Pena Persada|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Inklusivisme dan Toleransi Kontekstualisasi Pendidikan Agama di Sekolah|isbn=978-623-315-139-9|pub_date=2020|cover_artist=Retnani Nur Briliant, Hasnah Aulia|pages=|series=|author=Dr. H. Afifuddin, Lc. M.Ag.|title_orig=Inklusivisme dan Toleransi Kontekstualisasi Pendidikan Agama di Sekolah}}
Buku Panduan ini sebagai petunjuk teknis operasional pelaksanaan “ Inovasi Peningkatan Kemampuan Tuli Mengaji dan Kajian Islam (NIAT TANGKAS)” yang nantinya diharapkan dapat memberikan kemudahan terhadap pelaksanaan inovasi di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara Pasuruan sehingga pelayanan rehabilitasi sosial yang diberikan dapat mencapai  visi dan misi dengan tepat guna dan berdayaguna, dapat mendorong penerapan good governance serta dapat menciptakan tata kelola rehabilitasi sosial yang transparan dan akuntabel.
Keragaman agama sejak dulu telah dikenal sebagai potensi berbangsa dan bernegara sehingga founding fathers menetapkan negara ini bukan menjadi negara agama atau negara sekuler. Pilihannya tepat berada di tengah-tengah antara keduanya. Pilihan untuk menjadi negara non-agama ketika itu memang memberikan dasar-dasar yang kuat bagi bangsa ini untuk bersikap toleran, menghargai kemajemukan, menjunjung tinggi kemerdekaan dan kebebasan. Sedangkan pilihan untuk tidak menjadi negara sekuler jelas membuktikan bahwa negeri ini rakyatnya bisa dibilang religious society, masyarakat yang ber-Tuhan, bukan anti Tuhan.


Buku Panduan ini selanjutnya selalu akan disempurnakan seiring dengan penyempurnaan pelaksanaan inovasi sehingga inovasi ini selalu dikembangkan dengan up-to date sesuai dengan kebutuhan di UPT RSBRW Pasuruan. Oleh karenanya, masukan dan saran dari semua pihak diharapkan juga bisa menambah penyempurnaan inovasi ini serta dapat memberikan kemudahan pada semua pihak.
Kata Kunci: ''Toleransi; Inkluvisme; Pendidikan; Agama''
[[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]]
[[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]]
[[Kategori:Buku Kupibilitas]]
[[Kategori:Buku Kupibilitas]]

Revisi terkini pada 27 Juli 2025 23.34

Sumber : Repositori UIN Alauddin Makassar
Tahun : Juni 2022
Penulis : Dr. H. Afifuddin, Lc. M.Ag.
Penerbit : CV. Pena Persada
Inklusivisme dan Toleransi Kontekstualisasi Pendidikan Agama di Sekolah
NO PHOTO.jpg
JudulInklusivisme dan Toleransi Kontekstualisasi Pendidikan Agama di Sekolah
PenulisDr. H. Afifuddin, Lc. M.Ag.
Editor-
Desain coverRetnani Nur Briliant, Hasnah Aulia
PenerbitCV. Pena Persada
Tahun terbit
2020
ISBN978-623-315-139-9

Keragaman agama sejak dulu telah dikenal sebagai potensi berbangsa dan bernegara sehingga founding fathers menetapkan negara ini bukan menjadi negara agama atau negara sekuler. Pilihannya tepat berada di tengah-tengah antara keduanya. Pilihan untuk menjadi negara non-agama ketika itu memang memberikan dasar-dasar yang kuat bagi bangsa ini untuk bersikap toleran, menghargai kemajemukan, menjunjung tinggi kemerdekaan dan kebebasan. Sedangkan pilihan untuk tidak menjadi negara sekuler jelas membuktikan bahwa negeri ini rakyatnya bisa dibilang religious society, masyarakat yang ber-Tuhan, bukan anti Tuhan.

Kata Kunci: Toleransi; Inkluvisme; Pendidikan; Agama