Sesajen dan Filosofi Ndak Tentu: Perbedaan revisi

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
 
Baris 20: Baris 20:


Misalnya, meninggal di Kota Suci itu ndak tentu baik. Bukankah orang bisa saja meninggal di sana pas melakukan maksiat? Orang sedekah banyak juga belum tentu baik. Bukankah sedekah banyak bisa juga hasil korupsi? Model-model gitu, deh! Kesadaran seperti ini sering melahirkan logika tak terduga alias ndak umum.
Misalnya, meninggal di Kota Suci itu ndak tentu baik. Bukankah orang bisa saja meninggal di sana pas melakukan maksiat? Orang sedekah banyak juga belum tentu baik. Bukankah sedekah banyak bisa juga hasil korupsi? Model-model gitu, deh! Kesadaran seperti ini sering melahirkan logika tak terduga alias ndak umum.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
 
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]]
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]]

Revisi terkini pada 9 Juli 2025 02.35

Info Artikel

Sumber : ibihtafsir.id
Penulis : Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm
Tanggal Publikasi : Januari 11, 2022
Artikel Lengkap : Sesajen dan Filosofi Ndak Tentu

Kuingat dulu pernah baca tulisan Cak Nun. Judulnya lupa tapi soal filosofi hidup orang Madura dengan kata kunci “Ndak Tentu”. Poinnya adalah tidak semua asumsi masyarakat umum itu selalu benar.

Misalnya, meninggal di Kota Suci itu ndak tentu baik. Bukankah orang bisa saja meninggal di sana pas melakukan maksiat? Orang sedekah banyak juga belum tentu baik. Bukankah sedekah banyak bisa juga hasil korupsi? Model-model gitu, deh! Kesadaran seperti ini sering melahirkan logika tak terduga alias ndak umum.