Cinta Tanah Air dan Iman: Perbedaan revisi
Loncat ke navigasi
Loncat ke pencarian
| Baris 20: | Baris 20: | ||
Kesadaran tersebut adalah soal siapa manusia itu dan untuk apa mereka hidup. Singkatnya: “Setiap manusia, laki-laki dan perempuan, punya status melekat sebagai hanya dan hanya HAMBA Allah dan amanah melekat sebagai KHALIIFAH FIL ARDH dengan mandat mewujudkan kemaslahatan seluas-luasnya di muka bumi.” | Kesadaran tersebut adalah soal siapa manusia itu dan untuk apa mereka hidup. Singkatnya: “Setiap manusia, laki-laki dan perempuan, punya status melekat sebagai hanya dan hanya HAMBA Allah dan amanah melekat sebagai KHALIIFAH FIL ARDH dengan mandat mewujudkan kemaslahatan seluas-luasnya di muka bumi.” | ||
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]] | [[Kategori:Jejak Nur Rofiah]] | ||
Revisi terkini pada 9 Juli 2025 02.22
Info Artikel
| Sumber | : | ibihtafsir.id |
| Penulis | : | Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm |
| Tanggal Publikasi | : | Agustus 23, 2021 |
| Artikel Lengkap | : | Cinta Tanah Air dan Iman |
alah satu perubahan sangat fundamental yang dibawa oleh ajaran Islam adalah kesadaran tentang kemanusiaan, baik kemanusiaan secara umum, maupun kemanusiaan perempuan secara khusus. Cara pandang atas kemanusiaan ini jelas memengaruhi cara pandang atas dunia dengan segala perubahan yg terjadi di dalamnya, baik selama kehadiran Islam, maupun setelahnya.
Kesadaran tersebut adalah soal siapa manusia itu dan untuk apa mereka hidup. Singkatnya: “Setiap manusia, laki-laki dan perempuan, punya status melekat sebagai hanya dan hanya HAMBA Allah dan amanah melekat sebagai KHALIIFAH FIL ARDH dengan mandat mewujudkan kemaslahatan seluas-luasnya di muka bumi.”