Masriyah Amva: Mendobrak Budaya Patriarki di Pesantren

Info Artikel

Sumber Original : suara.com
Penulis : Pebriansyah Ariefana
Tanggal Publikasi : Senin, 29 Mei 2017 | 07:00 WIB
Artikel Lengkap : Masriyah Amva: Mendobrak Budaya Patriarki di Pesantren

Suara.com - Dalam tradisi Islam, perempuan menjadi ‘warga’ nomor 2 dalam hal kepemimpinan. Lelaki diutamakan menjadi pemimpin dalam kehidupan, salah satunya dalam lingkungan pesantren.

Masriyah Amva menjadi sosok perempuan berbeda di Indonesia. Dia ‘mendobrak’ patriarki di tradisi Islam dengan menjadi pimpinan pondok pesantren. Status dia ‘Nyai’, sebagai tanda seorang pemimpin perempuan di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon.

Menjadi pemimpin 1.000 santri lelaki dan perempuan, Nyai Amva menghadapi banyak tantangan. Terutama banyak peristiwa kekerasan seksual yang dialami santri perempuannya. Ada juga santri lelaki yang menjadi pelakunya.

Amva juga ulama perempuan yang berani dan kontroversi. Dia dianggap terlalu vulgar membicarakan soal seksual dalam tulisan-tulisan di belasan bukunya. Sebab untuk bicara pendidikan seks di lingkungan pesantren, menurutnya tidak mungkin.

Bagaimana awalnya Amva bisa menjadi pemimpin pesantren? Seperti apa pembicaraan seksual Amva dalam bukunya? . . . . .