Fatayat NU Jember Ikut Serta dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II

Info Artikel:

Sumber Original : kompasiana
Tanggal Publikasi : 30 November 2022 | 09:42
Penulis : -
Artikel Lengkap : Fatayat NU Jember Ikut Serta dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II
BrtKUPI 2022-11-30.jpg

Jepara - Perempuan Ulama Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam eksistensi Islam di nusantara, akan tetapi keberadaannya seringkali tidak tertulis dalam sejarah dan tidak ditempatkan secara layak dalam sejarah peradaban. Hingga saat ini, perempuan Islam memiliki pengaruh karena ilmunya, seperti Salamah dan Aisyah di zaman Nabi Muhammad SAW, jumlahnya ada ribuan. Namun, jejak mereka seakan memudar. Sejarah Islam telah mencatat ulama perempuan telah menjadi bagian dari setiap peradaban ilmu pengetuahuan. Seperti ulama laki-laki mengemban misi para Nabi untuk berpihak dan membela kaum dhua'afa dan mustadh'afin (lemah dan dilemahkan) dan untuk menebarkan kebaikan dan rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil-alamien) sehingga tercipta kehidupan damai, berkeadilan, dan kesetaraan.

Dalam menjalankan misi ini, ulama perempuan perlu melakukan berbagai penguatan pengetahuan, keahlian, jejaring antar ulama perempuan, afirmasi dan kerja-kerja apresiasi mereka, dan pengokohan eksistensi mereka secara kultural. Hal ini pertama kali digagas oleh Pondok Pesantren Kebun Jambu kebun Jeruk Cirebon tahun 2017. Yang dihadiri oleh lebih dari 500 orang yang juga dari 15 negara lainnya dari seluruh benua. Selain ulama perempuan dalam negeri, hadir pula ulama perempuan dunia dari Pakistan, Malaysia, Arab Saudi, Kenya, Nigeria, dan sebagainya.

Kongres kedua kali ini digelar di pondok Hasyim Asy'ari Bangsri di Jepara Jawa Tengah pada Kamis-Sabtu, 24-26 November 2022 yang diikuti oleh lebih dari 1600 ulama perempuan dan dihadiri oleh 31 orang dari luar negeri.

Kongres ini memiliki empat tujuan utama, yaitu:

  1. Mengakui dan mengukuhkan keberadaan dan peran ulama perempuan dalam kesejarahan Islam dan bangsa Indonesia;
  2. Membuka ruang perjumpaan para ulama perempuan tanah air dan dunia untuk berbagi pengalaman tentang kerja-kerja pemberdayaan perempuan dan keadilan sosial dalam rangka membumikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan;
  3. Membangun pengetahuan bersama tentang keulamaan perempuan dan kontribusinya bagi kemajuan perempuan dan peradaban umat manusia;
  4. Merumuskan fatwa dan pandangan keagamaan ulama perempuan Indonesia tentang isu-isu kontemporer dalam perspektif Islam rahmatan lil alamin.

Nyai Badriyah Fayumi, Ketua Panitia Pengerah Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II menyampaikan dalam pidato Gerakan KUPI yaitu meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Peradaban yang berkeadilan. Beliau adalah salah satu dari inisiator KUPI.

Hadir juga Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah; Menteri Desa, Pembangunan Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar; Menteri Agama 2014-2019 Lukman Hakim Saifudin; Pendiri dan Ketua Yayasan Fahmina Kiyai Husein Muhamamd, serta sejumlah tokoh dan pejabat nasional dan Jawa Tengah.

Sebagai tuan rumah yaitu Pesantren Hasyim Asy'ari dengan pengasuh utama Nyai Aizzah Amin Soleh dan dikelola pasangan Nuruddin Amin dan Hindun Anisah. Tidak semua peserta dapat bermukim di pesantren karena jumlahnya yang sangat banyak, sehingga tidak sedikit dari mereka menginap di rumah-rumah penduduk sekitar pesantren (home stay) dan hotel terdekat.

Dalam hal ini peran Fatayat NU sangatlah penting. Karena Fatayat NU merupakan salah satu organisasi perempuan muda islam yang juga bergerak pada pemberdayaan perempuan. Sehingga pengurus Fatayat NU Jember juga ikut serta dalam perhelatan KUPI 2 ini, yaitu Sahabat Faiqoh Nurul Hikmah.

Menurut Sahabat Faiqoh, harapannya peran fatayat dalam hal ini yaitu mendukung baik secara pemikiran dan gerakan serta yang dalam kehidupan sosial budayanya terbuka kepada peranan perempuan untuk beraktivitas di ruang publik. (Faiqoh/Nay, Media Fatayat NU)