Masriyah Amva: Mendobrak Budaya Patriarki di Pesantren

Revisi per 14 Juli 2025 23.50 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia] |- |Penulis |: |Editor :...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Info Artikel

Sumber Original : Media Indonesia
Penulis : Editor : Triwinarno
Tanggal Publikasi : 23/10/2020 05:15
Artikel Lengkap : Belajar dari sang Nyai Masriyah Amva

PESANTREN menjadi salah satu lembaga pendidikan, khusus agama Islam. Tidak heran jika satu pesantren terkadang memiliki ratusan hingga ribuan santri yang rela mondok untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.

Jika pada umumnya pesantren identik dengan penokohan seorang kiai, beda halnya dengan Pesantren Kebon Jambu yang berada di kawasan kampung santri Desa Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat.