Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!: Mengaji Ulang Hadis dengan Metode Mubadalah

Revisi per 9 Juli 2025 03.21 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Info Artikel

Sumber : Afkaruna.id
Penulis : Hesti Nugroho
Tanggal Publikasi : Agustus 1, 2021
Artikel Lengkap : Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!: Mengaji Ulang Hadis dengan Metode Mubadalah

Berabad-abad lamanya perempuan mendapatkan stigma sebagai sumber fitnah. Hal itu lahir karena adanya prasangka yang didasari oleh konstruksi sosial. Diakui atau tidak, pandangan serupa itu juga lahir karena adanya Hadis-Hadis yang-jika dipahami secara literal-tidak memihak perempuan.

Bagaimana seharusnya kita memperlakukan teks-teks agama yang selama ini disalahpahami sebagai dasar pembenaran terhadap prasangka dan perilaku yang tidak adil kepada perempuan? Apakah ada kemungkinan untuk memberikan makna atau tafsir yang lebih ramah terhadap perempuan?