15.259
suntingan
| Baris 21: | Baris 21: | ||
Dari semangat Alquran ini seharusnya mampu menyadarkan kita semua tentang kesalingan dalam kerja peran kekeluargaan, pemenuhan hak biologis (QS. Al-Baqarah: 187), melakukan pekerjaan rumah (Sayyidah Aisyah saat ditanya pekerjaan apa yang dilakukan Nabi di rumahnya, Aisyah menjawab <ref>Ibn Battal, ''Syarah Sahih al-Bukhari li ibn Baṯṯāl'', (Riyād, Maktabah ar-Rusyd: 2003), 7/542</ref>كَانَ يَكُونُ فِى مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا سَمِعَ الأذَانَ خَرَجَ Nabi melakukan pekerjaan rumah dan jika terdengar adzan baliau berangkan), tanggung jawab mengurus anak (QS. Al-Baqarah:233), | Dari semangat Alquran ini seharusnya mampu menyadarkan kita semua tentang kesalingan dalam kerja peran kekeluargaan, pemenuhan hak biologis (QS. Al-Baqarah: 187), melakukan pekerjaan rumah (Sayyidah Aisyah saat ditanya pekerjaan apa yang dilakukan Nabi di rumahnya, Aisyah menjawab <ref>Ibn Battal, ''Syarah Sahih al-Bukhari li ibn Baṯṯāl'', (Riyād, Maktabah ar-Rusyd: 2003), 7/542</ref><big>كَانَ يَكُونُ فِى مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا سَمِعَ الأذَانَ خَرَجَ</big> Nabi melakukan pekerjaan rumah dan jika terdengar adzan baliau berangkan), tanggung jawab mengurus anak (QS. Al-Baqarah:233), berkarir dan mencari nafkah (Zainab Ats-Tsaqafiyah sahabat perempuan pernah bertanya kepada Nabi tentang perhiasan dan hartanya yang ia gunakan untuk menafkahi suami dan anak yatim, Nabi menjawab <big>نهم لها أجران, أجر القرابة وأجر الصدقة</big> “''Ya, dia mendapatkan dua pahala; pahala kerabat dan pahala sedekah''”) dan sebagainya. | ||
- | |||
Dalam beberapa ayat juga ditegaskan prinsip berpasangan, seperti Al-Baqarah 187. Artinya pekerjaan dilakukan sesuai “siapa yang bisa” bukan jenis kelaminnya apa. Menyapu, memasak dan menemani anak belajar bukan khusus untuk istri melainkan siapa yang bisa (waktu dan kapabilitas) melakukannya, mencari [[nafkah]] juga dilakukan oleh siapa yang mampu bukan selalu tugas suami. sembari yang lainnya membangun support system untuk yang sedang melakukan kewajibannya. | Dalam beberapa ayat juga ditegaskan prinsip berpasangan, seperti Al-Baqarah 187. Artinya pekerjaan dilakukan sesuai “siapa yang bisa” bukan jenis kelaminnya apa. Menyapu, memasak dan menemani anak belajar bukan khusus untuk istri melainkan siapa yang bisa (waktu dan kapabilitas) melakukannya, mencari [[nafkah]] juga dilakukan oleh siapa yang mampu bukan selalu tugas suami. sembari yang lainnya membangun support system untuk yang sedang melakukan kewajibannya. | ||