Atiyatul Ulya: Perbedaan revisi

10 bita ditambahkan ,  19 November 2021 11.38
tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox person|name=Atiyatul Ulya|birth_date=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|imagesize=220px|known for=*Living hadith: The phenomena of fidyah prayer and fasting tradition in Indramayu (Atlantis-Press, 2017)|occupation=*Dosen di Fakultas Ushuludin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah}}'''Atiyatul Ulya''' adalah dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan juga aktif di Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sebagai ketua Majelis Hukum dan HAM.
{{Infobox person|name=Atiyatul Ulya|birth_date=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|imagesize=220px|known for=*Living hadith: The phenomena of fidyah prayer and fasting tradition in Indramayu (Atlantis-Press, 2017)|occupation=*Dosen di Fakultas Ushuludin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah}}'''Atiyatul Ulya''' adalah dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan juga aktif di Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sebagai ketua Majelis Hukum dan HAM.


Dalam penyelenggaraan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia pada tahun 2021, Atiyatul Ulya terlibat dalam seluruh prosesnya, mulai pra, selama pelaksanaan, hingga pasca kongres dengan mensosialisasikan hasil-hasil kongres, tremasuk tiga fatwa [[KUPI]].
Dalam penyelenggaraan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia pada tahun 2021, Atiyatul Ulya terlibat dalam seluruh prosesnya, mulai pra, selama pelaksanaan, hingga pasca kongres dengan mensosialisasikan hasil-[[Hasil Kongres|hasil kongres]], tremasuk tiga fatwa [[KUPI]].
 
 
== Riwayat Hidup ==
== Riwayat Hidup ==
Atiyatul Ulya lahir di Rembang. Perempuan yang akrab disapa Ati ini menyelesaikan pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah Riyadlotuth Tholabah Sidorejo, Rembang. Ati kemudian melanjutkan pendidikan ke Al-Islah dari SMP hingga tamat SMA. Setelah itu, ia melanjutkan Pendidikan di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1994. Ia memperoleh gelar master dari IAIN Ar-Raniry Banda Aceh pada tahun 1999, sedangkan gelar doktornya dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2008.
Atiyatul Ulya lahir di Rembang. Perempuan yang akrab disapa Ati ini menyelesaikan pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah Riyadlotuth Tholabah Sidorejo, Rembang. Ati kemudian melanjutkan pendidikan ke Al-Islah dari SMP hingga tamat SMA. Setelah itu, ia melanjutkan Pendidikan di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1994. Ia memperoleh gelar master dari IAIN Ar-Raniry Banda Aceh pada tahun 1999, sedangkan gelar doktornya dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2008.


Saat ini Ati tercatat sebagai dosen di Fakultas Ushuludin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan menjabat sebagai Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Selain mengajar, Ati’ mendapatkan amanah sebagai anggota Komisi Fatwa MUI (2015-2020), dan anggota Divisi Kajian al-Qur’an dan Hadits Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah (2015-2020).
Saat ini Ati tercatat sebagai dosen di Fakultas Ushuludin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan menjabat sebagai Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Selain mengajar, Ati’ mendapatkan amanah sebagai anggota Komisi Fatwa MUI (2015-2020), dan anggota Divisi Kajian al-Qur’an dan Hadits Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah (2015-2020).
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
Ati merupakan ulama perempuan yang mendalami kajian hadits. Kepakarannya dalam bidang hadits, membawanya menempati posisi penting dalam Komisi Fatwa MUI dan Divisi Kajian Al-Qur’an dan Hadits Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Ati merupakan ulama perempuan yang mendalami kajian hadits. Kepakarannya dalam bidang hadits, membawanya menempati posisi penting dalam Komisi Fatwa MUI dan Divisi Kajian Al-Qur’an dan Hadits Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Baris 26: Baris 22:


Ulama, menurut Ati, memegang peranan penting dalam kehidupan. Al-Quran setidaknya menyebut dua kali kata ulama, yaitu pada Surat Fathir ayat 28 dan Surat Asyura ayat 197. Menurut Ati, ulama adalah mereka yang memiliki ilmu yang mendalam, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Lebih lanjut, ia menyebut bahwa karakteristik ulama adalah ikhlas mengamalkan ilmu, bersifat ''wara’'' (berhati-hati), dan mampu mengajak masyarakat pada kebaikan. Tidak hanya itu, menurut Ati, ulama ini juga mengemban visi kenabian untuk menciptakan rahmat bagi seluruh alam dan menyempurnakan akhlak.
Ulama, menurut Ati, memegang peranan penting dalam kehidupan. Al-Quran setidaknya menyebut dua kali kata ulama, yaitu pada Surat Fathir ayat 28 dan Surat Asyura ayat 197. Menurut Ati, ulama adalah mereka yang memiliki ilmu yang mendalam, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Lebih lanjut, ia menyebut bahwa karakteristik ulama adalah ikhlas mengamalkan ilmu, bersifat ''wara’'' (berhati-hati), dan mampu mengajak masyarakat pada kebaikan. Tidak hanya itu, menurut Ati, ulama ini juga mengemban visi kenabian untuk menciptakan rahmat bagi seluruh alam dan menyempurnakan akhlak.
== Karya-Karya ==
== Karya-Karya ==
Sebagai seorang ulama, akademisi, dan aktivis, Ati cukup aktif melakukan penelitian dan kerja-kerja intelektual tertuang dalam buku dan jurnal, di antara karyanya antara lain:  
Sebagai seorang ulama, akademisi, dan aktivis, Ati cukup aktif melakukan penelitian dan kerja-kerja intelektual tertuang dalam buku dan jurnal, di antara karyanya antara lain:  
Baris 35: Baris 29:
# ''Konsep mahram jaminan keamanan atau pengekangan perempuan'' (Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 17 (1), 245-255, 2013)
# ''Konsep mahram jaminan keamanan atau pengekangan perempuan'' (Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 17 (1), 245-255, 2013)
# Tela’ah Terhadap Hadits Bersiaplah Menghadapi Kefakiran (Fak.Ushuluddin Dan Filsafat Uin Syarif Hidayatullah, 2009)
# Tela’ah Terhadap Hadits Bersiaplah Menghadapi Kefakiran (Fak.Ushuluddin Dan Filsafat Uin Syarif Hidayatullah, 2009)
== Bahan Bacaan Lanjutan ==
== Bahan Bacaan Lanjutan ==
Pemikiran dan kiprah Ati dapat dibaca lebih lanjut di antaranya pada link berikut:
Pemikiran dan kiprah Ati dapat dibaca lebih lanjut di antaranya pada link berikut: