Tadarus Subuh ke-153: Perjanjian Pernikahan: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi 'Setelah al-Qur'an, Hadits menjadi acuan umat Muslim dalam berelasi dan bersikap kepada sesama, terutama kepada keluarga. Dalam banyak Hadits, ucapan hingga sikap...')
 
 
(1 revisi antara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
Setelah al-Qur'an, [[Hadits]] menjadi acuan umat Muslim dalam berelasi dan bersikap kepada sesama, terutama kepada keluarga.
Perjanjian pernikahan kerap menjadi topik sensitif dalam masyarakat. Di satu sisi, ia dipandang sebagai bentuk perlindungan hak dan kejelasan tanggung jawab antara suami istri; namun di sisi lain seringkali dianggap mereduksi nilai sakral dari pernikahan itu sendiri.


Dalam banyak Hadits, ucapan hingga sikap Rasulullah terekam sebagai tauladan yang selalu mencontohkan akhlak terbaik untuk keluarganya.
Lantas bagaimana Islam memandang terkait perjanjian pernikahan?


Apa saja yang bisa kita teladan dari Hadits Rasulullah terkait akhlak terhadap keluarga?
Apa saja dimensi akhlak dari pembahasan perjanjian pernikahan?


Bagaimana menjadikan dan mengimplementasikan Hadits secara nyata sebagai sumber akhlak?
Mari mengaji bersama dalam pertemuan ke-153| Perjanjian Pernikahan
 
Mari mengaji bersama dalam: [[Tadarus Subuh]] | Pertemuan ke-140: Hadits Sebagai Sumber Akhlak [[Hukum Keluarga]]
{|
{|
|Hari/Tanggal
|Hari/Tanggal
|:
|:
|Minggu, 16 Februari 2025
|Minggu, 22 Juni 2025
|-
|-
|Waktu
|Waktu
Baris 23: Baris 21:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://www.youtube.com/watch?v=nn9V1vCfU1U Youtube Faqih Abdul Kodir]
|[https://www.youtube.com/watch?v=WOLP-j7Q_sg Youtube Faqih Abdul Kodir]
|}
|}
[[Berkas:TdrSbh 140.jpg|kiri|jmpl|450x450px]]
[[Berkas:TdrSbh 153.jpg|kiri|jmpl|450x450px]]
<youtube>nn9V1vCfU1U</youtube>
<youtube>WOLP-j7Q_sg</youtube>


[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]