The Silent Child: Pentingnya Peran Orang Tua dan Masyarakat Bagi Penyandang Disabilitas
Info Artikel:
| Sumber Original | : | Mubadalah.id |
| Tanggal Publikasi | : | 16/10/2023 |
| Penulis | : | Sayyida Naila Nabila |
| Artikel Lengkap | : | The Silent Child: Pentingnya Peran Orang Tua dan Masyarakat Bagi Penyandang Disabilitas |
Mubadalah.id – The Silent Child, film yang bercerita tentang kehidupan sunyi seorang gadis tunarungu ini berhasil memenangkan Academy Award tahun 2018. Menariknya, film ini berangkat dari kisah nyata. Penulisnya Rachel Shenton merupakan pemeran pekerja sosial atau masyarakat biasa bernama Joanne.
Libby, seorang gadis tuli berusia 6 tahun yang kesehariannya sangat sunyi, murung, dan menyediri. Kedua orang tuanya, Paul dan Suzzanne terkesan lebih memperhatikan kedua saudara yang lain. mereka juga sangat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Bahkan seluruh anggota keluarganya hampir tidak pernah memperhatikan dan berkomunikasi dengan Libby. mereka juga tidak paham mengenai bahasa isyarat.
Sampai pada akhirnya Joanne datang mengembalikan senyum Libby. Hingga hari demi hari ia menjadi lebih periang, sering membuka komunikasi, bermain, dan aktif mengutarakan sesuatu melalui gerakan isyaratnya.
Runyamnya, kedua orang tua Libby tidak mau jika anaknya hanya terbiasa berkembang bersama Joanne saja. Dengan dalih seorang ibu yang paham apa yang terbaik untuk anaknya, Libby tetap bersekolah dan bergabung bersama anak normal lainnya. Ia kembali murung karena tidak ada yang mencoba memahami kesulitannya.
Disabilitas Dalam Perspektif Mubadalah
Film the silent child ini menyuarakan bahwa para penyandang disabilitas membutuhkan penerimaan oleh orang terdekat dan sekitarnya perihal ketidaksempurnaannya. Peran orang tua sebagai upaya penyejahteraan hidup penyandang disabilitas perlu mendapat dukungan dari lingkungan tempat mereka berproses dan bertumbuh. . . . . . .