2023 Konsep Pembagian Waris Yang Berkeadilan Gender Melalui Qiraah Mubadalah
Abstract
| Judul | al-Ahkam; Jurnal Syariah dan Peradilan Islam |
|---|---|
| Seri | Vol. 3 No. 1 (2023) |
Tahun terbit | 2023-10-16 |
| ISBN | 2808-7216 |
| Nama Jurnal | : | al-Ahkam; Jurnal Syariah dan Peradilan Islam |
| Seri | : | Vol. 3 No. 1 (2023) |
| Tahun | : | 2023-10-16 |
| Judul Tulisan | : | Konsep Pembagian Waris Yang Berkeadilan Gender Melalui Qiraah Mubadalah |
| Penulis | : | Erha Saufan Hadana (Universitas Iskandar Muda) |
Tulisan ini ingin mengambarkan pembagian harta waris dengan pembacaan mubadalah. Tulisan ini bertujuan untuk membaca fenomena sosial terkait dengan praktik pembagian waris yang terjadi dalam masyarakat, dari adanya pergeseran budaya hingga realitas dalam masyarakat. Hadirnya tafsir bercolak gender menjadi jalan arternatif bagi sarjana-sarjana hukum dalam memahami makna kontekstual dari dalil terkait waris. Adapun metode dari artikel bersifat analisis yuridis dengan bersumber pada data kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas praktik pembagian waris dalam masyarakat lebih condong ke arah gender, hal ini dapat dilihat dari perilaku dan praktik yang dilakukan masyarakat dengan mengedepankan musyawarah dalam pembagian waris. Realita ini terjadi karena danya pergeseran budaya dan perempuan tidak hanya menjadi subordinat dari laki-laki, namun perempuan sudah mampu menjalankan fungsi dan peran yang diemban oleh laki-laki. Terjadinya hal tersebut karena faktor dari himpitan ekonomi, perempuan berposisi sebagai single parents, dan wanita karir. Dalam perspektif mubadalah, wanita punya kedudukan yang sama dengan laki-laki baik dalam ranah ibadah ataupun sosial. Teks-teks terkait dengan gender mesti dipahami dengan prinsip-prinsip universal dalam Islam, kemudian menarik gagasan utama dari teks tersebut, dan menurunkan gagasan yang ditemukan dari teks (yang lahir dari proses langkah kedua) kepada jenis kelamin yang tidak disebutkan dalam teks.
This paper wants to describe how the division of inheritance with the reading of mubadalah. This article aims to read social phenomena related to the practice of dividing inheritance that occurs in society, from cultural shifts to realities in society. The presence of gender-based interpretations is an alternative way for legal scholars to understand the contextual meaning of the propositions related to inheritance. The method of the article is a juridical analysis based on library data. The results of the research show that the reality of inheritance distribution practices in society is more gender-oriented, this can be seen from the behavior and practices carried out by society by prioritizing deliberation in inheritance distribution. This reality occurs because of cultural shifts and women are not only subordinate to men, but women are able to carry out the functions and roles carried out by men. This happens due to factors of economic pressure, women who are single parents, and career women. In the perspective of mubadalah, women have the same position as men both in the realm of worship and social. Texts related to gender must be understood with universal principles in Islam, then draw the main ideas from the text, and reduce the ideas found from the text (which were born from the second step process) to gender that is not mentioned in the text.
Keywords: Inheritance, gender, mubadalah, Waris, Gender, Mubadalah.
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://ejournal.unida-aceh.ac.id/index.php/jspi/article/view/607