2020 Peran Ulama Perempuan dalam Memelihara Budaya Organisasi di Pesantren

Abstract

2020 Peran Ulama Perempuan dalam Memelihara Budaya Organisasi di Pesantren
NO PHOTO.jpg
JudulJurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
SeriVol 20 No 2 (2020)
Tahun terbit
November, 2020
ISBN2549-4244
Nama Jurnal : Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Seri : Vol 20 No 2 (2020)
Tahun : November, 2020
Judul Tulisan : Peran Ulama Perempuan dalam Memelihara Budaya Organisasi di Pesantren
Penulis : Halimatus Sa’dyah (Pondok Modern Darul Hikmah Tulungagung)

Female Ulama are different from female scholars. If female ulama are female scholars, then female ulama are ulama (both women and men) who have a gender perspective. The meaning of women has shifted not only biologically, but also ideologically. The existence of the pesantren is influenced by the values, perceptions, policies, habits and behavior of the people in it. Has characteristics that can influence the formation of positive attitudes and morals. Women clerics, or so-called bu Nyai in Javanese terms, are culture creators who play an important role in the pesantren. The role of organizational leaders in maintaining organizational culture, with a concentration on the issue of eliminating violence against women, preventing child marriage, extremism and environmental fatwas. The role of female ulam can be seen when determining boundaries, meaning that they are able to create clear cultural differences between one organization and another. Second, it plays a role in facilitating and generating organizational commitment above individual interests. Third, the role of bringing a sense of identity to organizational members. Fourth, plays a role in the stability of the social system.

Keywords: Female Ulama, Cultural Organization, Pesantren

Abstrak

Perempuan ulama tidak sama dengan ulama perempuan. Perempuan ulama bermakna ulama dengan jenis kelamin perempuan, sedangkan ulama perempuan adalah ulama baik lakilaki ataupun perempuan memiliki sensifitas terhadap perempuan dan berperspektif gender. Sehingga makna perempuan tersebut mengalami pergeseran, bukan hanya biologis, tetapi juga ideologis. Di pesantren, perempuan ulama atau biasa disebut bu Nyai dalam istilah Jawa, ialah sebagai pencipta budaya organisasi (culture creator) yang berperan penting di pesantren dan masyarakat. Peran pimpinan organisasi dalam menjaga budaya organisasi, dengan konsentrasi terhadap isu penghapusan kekerasan terhadap perempuan, pencegahan perkawinan anak, ekstrimisme dan fatwa lingkungan. Peran ulama perempuan dapat dilihat saat menciptakan tapal batas, artinya mampu membuat perbedaan secara jelas dari satu organisasi dengan organisasi lainnya. Kedua, berperan untuk menciptakan komitmen organisasi sebagai prioritas daripada kepentingan individu. Ketiga, berperan membawa suatu rasa identitas bagi anggota organisasi. Keempat, berperan memantapan budaya organisasi menjadi tatanan dalam sistem sosial melalui pola dan gaya kepemimpinan yang unik.

Kata Kunci: Ulama Perempuan, Budaya Organisasi, Pesantren

Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.21274/dinamika.2020.20.2.345-366