15.259
suntingan
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber Original | |Sumber Original | ||
|: | |: | ||
| | |Gatra | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |10 Mei 2017 | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
| Baris 15: | Baris 15: | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
| | |Ulama Perempuan Melawan Radikalisme | ||
|} | |} | ||
'''''Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia menolak keras paham radikalisme. Muncul sebagai respons muslim terhadap sekularisme Barat.''''' | '''''Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia menolak keras paham radikalisme. Muncul sebagai respons muslim terhadap sekularisme Barat.''''' | ||
| Baris 56: | Baris 55: | ||
Badriyah Fayumi pun berharap, kongres pertama ini bisa menghasilkan rujukan yang bersandar pada ajaran Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. KUPI pun menolak radikalisme. Pembahasan tersebut menjadi peneguhan ulama perempuan mengintegrasikan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. “Koridor kami keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Bagi kami NKRI, empat pilar itu final,” katanya. | Badriyah Fayumi pun berharap, kongres pertama ini bisa menghasilkan rujukan yang bersandar pada ajaran Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. KUPI pun menolak radikalisme. Pembahasan tersebut menjadi peneguhan ulama perempuan mengintegrasikan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. “Koridor kami keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Bagi kami NKRI, empat pilar itu final,” katanya. | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | [[Kategori:Berita Kongres 1]] | ||