15.259
suntingan
| Baris 6: | Baris 6: | ||
Selain ulama perempuan Indonesia, sejumlah ulama perempuan dari negara lain seperti Mossarat Qadeem (Pakistan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria), dan Roya Rahmani the Ambassador of Afghanistan in Indonesia) juga menjadi narasumber. | Selain ulama perempuan Indonesia, sejumlah ulama perempuan dari negara lain seperti Mossarat Qadeem (Pakistan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria), dan Roya Rahmani the Ambassador of Afghanistan in Indonesia) juga menjadi narasumber. | ||
Seminar nasional yang dibuka Kepala Balitbang dan Diklat Kementrian Agama, Abdurrahman Mas'ud, merupakan rangkaian dari Kongres | Seminar nasional yang dibuka Kepala Balitbang dan Diklat Kementrian Agama, Abdurrahman Mas'ud, merupakan rangkaian dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia ([[KUPI]]) yang berlangsung di Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa sampai Kamis 25-27 April 2017. | ||
Zaenah mengakui, tantangan kesetaraan perempuan memang besar. "Bagi kami, peran ulama perempuan di tengah hubungan antara [[komunitas]] muslim dan negara, adalah membangun pengalaman yang baik bagaimana menginterpretasi ayat-ayat Alquran dan menyelaraskannya dengan semangat kesetaraan," katanya. | Zaenah mengakui, tantangan kesetaraan perempuan memang besar. "Bagi kami, peran ulama perempuan di tengah hubungan antara [[komunitas]] muslim dan negara, adalah membangun pengalaman yang baik bagaimana menginterpretasi ayat-ayat Alquran dan menyelaraskannya dengan semangat kesetaraan," katanya. | ||