Kesetaraan Gender Di Indonesia Cukup Baik: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
Baris 6: Baris 6:
Selain ulama perempuan Indonesia, sejumlah ulama perempuan dari negara lain seperti Mossarat Qadeem (Pakistan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria), dan Roya Rahmani the Ambassador of Afghanistan in Indonesia) juga menjadi narasumber.
Selain ulama perempuan Indonesia, sejumlah ulama perempuan dari negara lain seperti Mossarat Qadeem (Pakistan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria), dan Roya Rahmani the Ambassador of Afghanistan in Indonesia) juga menjadi narasumber.


Seminar nasional yang dibuka Kepala Balitbang dan Diklat Kementrian Agama, Abdurrahman Mas'ud, merupakan rangkaian dari Kongres [[Ulama Perempuan Indonesia]] ([[KUPI]]) yang berlangsung di Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa sampai Kamis 25-27 April 2017.
Seminar nasional yang dibuka Kepala Balitbang dan Diklat Kementrian Agama, Abdurrahman Mas'ud, merupakan rangkaian dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia ([[KUPI]]) yang berlangsung di Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa sampai Kamis 25-27 April 2017.


Zaenah mengakui, tantangan kesetaraan perempuan memang besar. "Bagi kami, peran ulama perempuan di tengah hubungan antara [[komunitas]] muslim dan negara, adalah membangun pengalaman yang baik bagaimana menginterpretasi ayat-ayat Alquran dan menyelaraskannya dengan semangat kesetaraan," katanya.
Zaenah mengakui, tantangan kesetaraan perempuan memang besar. "Bagi kami, peran ulama perempuan di tengah hubungan antara [[komunitas]] muslim dan negara, adalah membangun pengalaman yang baik bagaimana menginterpretasi ayat-ayat Alquran dan menyelaraskannya dengan semangat kesetaraan," katanya.