Pariwisata Ramah Disabilitas di Wilayah Jakarta: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi '{| |Sumber |: |[https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jppmr/article/view/19942 Journal of Management Public Policy] |- |Seri |: | Volume 7, Nomer 2, Tahun 2018 |- |T...')
 
 
Baris 2: Baris 2:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jppmr/article/view/19942 Journal of Management Public Policy]
|[https://ojs.bogorhospitalityjournal.com/index.php/bhj/article/view/68 Bogor Hospitality Journal]  
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
| Volume 7, Nomer 2, Tahun 2018
|Vol. 4 No. 2 (2020)
|-
|-
|Tahun
|Tahun
|:
|:
| April 2018
| 2022-08-18
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
| ''Dessy Grestika Ratna'' (Departemen Ilmu Administrasi Publik), ''Kismartini Kismartini'' (Departemen Ilmu Administrasi Publik)
| Jenal Abidin, Rahmat Darmawan, Revi Agustin Aisyianita (Universitas Negeri Jakarta)
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.14710/jppmr.v7i2.19942
|https://doi.org/10.55882/bhj.v4i2.68
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Journal of Management Public Policy|isbn=-|pub_date=April 2018|cover_artist=|pages=|series=Volume 7, Nomer 2, Tahun 2018|author=|title_orig=Journal of Management Public Policy}}
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Bogor Hospitality Journal|isbn=2621-3591|pub_date=2022-08-18|cover_artist=|pages=|series=Vol. 4 No. 2 (2020)|author=|title_orig=Bogor Hospitality Journal}}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas bidang ketenagakerjaan di Kota Semarang, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan implementasi Kebijakan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas bidang ketenagakerjaan di Kota Semarang belum optimal dilihat dari 3 aspek yaitu implementor, what happen, dan capaian implementasi. Dilihat dari aspek implementornya sudah baik karena implementasinya dilakukan oleh semua dinas dengan tupoksinya masing-masing ,aspek what happen belum baik karena Perda tersebut masih mengacu pada Undang-undang lama dan Kota Semarang masih belum memiliki perwal. Aspek capaian implementasinya belum tercapai sesuai dengan yang tertuang didalam Perda Jawa Tengah No. 11 Tahun 2014 tentang Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Penyebab belum optimalnya pelaksanaan kebijakan ini adalah belum adanya dana dari APBD, belum ada staf khusus di Dinasker untuk penyandang disabilitas dan faktor lingkungan sosial –budaya dan teknologi di Kota Semarang. Saran yang diberikan peneliti adalah mengalokasikan dana dari APBD, membentuk staf khusus untuk pelaksanaan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, membuat SOP untuk kebijakan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dan sosialisasi dalam rangka mengubah mindset masyarakat agar tidak malu dengan keberadaan penyandang disabilitas dan juga mindset penyandang disabilitas agar tidak selalu merasa ingin dikasihani
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk penyediaan aksesibilitas bagi wisatawan penyandang disabilitas di lokasi wisata yang ada di Propinsi DKI Jakarta khususnya kawasan Kota Tua terdapat obyek wisata Museum Sejarah Jakarta. Upaya untuk meningkatkan layanan destinasi wisata yang ramah disabilitas sangat diperlukan upaya yang sistematis dari berbagai pihak. Jakarta sebagai kota besar dan ibukota negara menjadi barometer akan pandangan sebuah kota yang modern egaliter dan memberikan pemenuhan hak-haknya kepada masyarakat sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30 Tahun 2006 Tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan yakni ukuran dasar ruang, jalur pedestrian, jalur pemandu, area parkir, ramp, serta rambu dan marka penanda.


'''Kata Kunci:''' ''pemenuhan hak , penyandang disabilitas, sumber daya, mindset.''
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan fasilitas dan sarana yang ada di lokasi wisata yakni Museum Sejarah Jakarta belum memiliki standarisasi kelayakan sesuai dengan pedoman aksesibilitas untuk penyandang disabilitas, karena beberapa fasilitas yang menjadi standar tidak cukup tersedia, sehingga bisa dikatakan belum aksesibel untuk aksesibilitas dan fasilitas pariwisata untuk penyandang disabilitas di Museum Sejarah Jakarta. 
 
'''Kata Kunci:''' ''aksesibilitas, fasilitas, pariwisata, disabilitas''
[[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]]
[[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]]
[[Kategori:Jurnal Kupibilitas]]
[[Kategori:Jurnal Kupibilitas]]