Kebon Jambu Al-Islamy Sukses Wujudkan Pesantren EMAS: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 26: Baris 26:
Dalam kesempatan itu, Anggota MM KUPI, Masruchah menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengasuh Ponpes Kebon Jambu, Nyai Hj [[Masriyah Amva]].
Dalam kesempatan itu, Anggota MM KUPI, Masruchah menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengasuh Ponpes Kebon Jambu, Nyai Hj [[Masriyah Amva]].


Sebab beliau, kata dia, merupakan pemimpin, inisitor, sekaligus role model dalam mengimplementasikan [[Fatwa]] KUPI II tentang pengelolaan sampah dan pelestarian alam di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy. . . . .
Sebab beliau, kata dia, merupakan pemimpin, inisitor, sekaligus role model dalam mengimplementasikan [[Fatwa]] KUPI II tentang pengelolaan sampah dan pelestarian alam di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy.
 
“Saya berikan apresiasi yang mendalam kepada Ibu Nyai Hj Masriyah Amva, beliau adalah sosok ulama perempuan yang memimpin sekaligus inisiator untuk mengimplementasikan Fatwa KUPI kedua soal pengelolaan sampah di pesantren,” kata Masruchah.
 
Menurutnya, para pengasuh, santri, dan peserta lainnya dapat ilmu baru dan pemahaman yang mendalam tentang permasalahan sampah. Dampaknya terhadap lingkungan, dan cara-cara pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
 
“Dalam halaqah dan workshop nanti, para santri dan pengasuh sudah bisa secara mandiri di pondoknya masing-masing dapat melakukan pemilahan sampah, pengomposan, dan pengolahan sampah,” lanjutnya.
 
Pondok Pesantren Kebon Jambu al-Islamy kata dia, menjadi salah satu Ponpes yang berperan aktif dalam mengikuti program Pesantren EMAS (Ekosistem Madani Atasi Sampah).
 
“Ponpes ini menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang dihadapinya,” ungkal dia.
 
Dalam lingkungan ini, lanjutnya, semangat untuk mengatasi tantangan pengelolaan sampah tidak hanya sebatas kebijakan. Melainkan telah menjadi bagian dari budaya dan komitmen yang melekat di Ponpes ini.
 
“Tidak sekadar mengikuti program, melainkan menunjukkan tekad kuat untuk menjadi solusi terhadap tantangan lingkungan,” katanya.
 
Pesantren ini telah membudayakan pengelolaan sampah secara komprehensif. Di antaranya dengan sosialisasi ke santri, pembatasan pakaian yang dibawa, dan penggunaan tumbler dan tempat makan. “Kemudian, pemilahan sejak hilir di sumber-sumber sampah, pembentuk tim semut, penyelenggaraan ngaji sedekah sampah, dan pembentukan laboratorium pengelolaan sampah pesantren,” katanya.(Mail)
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]