Tadarus Subuh ke-122: Larangan Mengganggu Tetangga: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi '''Minggu, 18 Agustus 2024'' Islam sangat melarang umatnya untuk bersumpah atas nama Allah SWT, tapi berdampak buruk pada keluarga, harta, atau diri sendiri. Jika dem...')
 
Baris 1: Baris 1:
''Minggu, 18 Agustus 2024''
''Minggu, 08 September 2024''




Islam sangat melarang umatnya untuk bersumpah atas nama Allah SWT, tapi berdampak buruk pada keluarga, harta, atau diri sendiri. Jika demikian, maka wajib dibatalkan dengan membayar kafarat (tebusan).


Nama Allah SWT tidak boleh digunakan untuk alasan tindak keburukan. Segala sesuatu mulia, agung, dan suci, tidak boleh menjadi sandaran untuk hal-hal buruk, menyakiti, jahat, dan zalim.
Dalam Islam, menjaga hubungan baik dengan tetangga sangat dianjurkan. Saking pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga, Rasulullah Saw. pernah bersabda bahwa tak sempurna iman seseorang yang tetangganya merasa tidak aman dari kemungkinan gangguannya.


Mengapa?
Dengan demikian, berbuat baik kepada tetangga merupakan bagian dari keimanan. Lantas bagaimana kah cara dan implementasi dari Hadis tentang larangan mengganggu tetangga dalam kehidupan sehari-hari?


Mari mengaji Hadis dari kitab Nabiyurrahmah: Larangan Bersumpah yang Berdampak Buruk kepada Keluarga
Mari mengaji Hadis dari Kitab Nabiyyurrahmah: Larangan Mengganggu Tetangga
{|
{|
|Hari/Tanggal
|Hari/Tanggal
|
|
|Minggu, 18 Agustus 2024
|Minggu, 08 September 2024
|-
|-
|Waktu
|Waktu
Baris 20: Baris 19:
|Narasumber
|Narasumber
|:
|:
|Uswah Syauqi (Pengasuh PP. Al-Azhar Mojokerto)  
|Dr. Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah, S.Th.I., M.Si ([[Alimat]]; Pusat Riset Gender SKSG UI)  
|-
|-
|Narasumber
|Narasumber