Nyai Pondok Penggores Puisi: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia] |- |Penulis |: |Editor :...')
 
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia]
|[https://www.tempo.co/arsip/nyai-pondok-penggores-puisi-907695 Tempo]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Editor : Triwinarno
|
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|23/10/2020 05:15
|04 Juli 2016 00:00 WIB
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Belajar dari sang Nyai Masriyah Amva]
|[https://www.tempo.co/arsip/nyai-pondok-penggores-puisi-907695 Nyai Pondok Penggores Puisi]
|}PESANTREN menjadi salah satu [[lembaga]] pendidikan, khusus agama Islam. Tidak heran jika satu pesantren terkadang memiliki ratusan hingga ribuan santri yang rela mondok untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.  
|}Perempuan pertama yang memimpin pondok pesantren. Simbol Pembaruan Islam dalam Isu Gender.  


Jika pada umumnya pesantren identik dengan penokohan seorang kiai, beda halnya dengan Pesantren Kebon Jambu yang berada di kawasan kampung santri Desa Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat.
LANTUNAN ayat suci Al-Qur'an berkumandang di teras rumah pemimpin Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dengan sabar, sang pemimpin pondok pesantren, Nyai Hj. [[Masriyah Amva]], 54 tahun, membimbing puluhan santri muda mendaras ayat. Sesuatu yang tak lazim dalam [[tradisi]] pesantren: perempuan memimpin pesantren.  


[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]