Liputan Media Kongres Ulama Perempuan Indonesia: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=Marzuki Wahid|publisher=Kongres Ulama Perempuan Indonesia|image=Buku Media.jpg|italic title=Liputan Media Kongres Ulama Perempuan Indonesia|isbn=...')
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=Marzuki Wahid|publisher=Kongres Ulama Perempuan Indonesia|image=Buku Media.jpg|italic title=Liputan Media Kongres Ulama Perempuan Indonesia|isbn=978‐602‐7383‐12‐8|pub_date=Juli 2017|cover_artist=Agus Munawir|pages=xviii + 282 hal: 17x25 cm|series=Cetakan Pertama,|author=*Satori
{{Infobox book|editor=Marzuki Wahid|publisher=Kongres Ulama Perempuan Indonesia|image=Buku Media.jpg|italic title=Liputan Media Kongres Ulama Perempuan Indonesia|isbn=978‐602‐7383‐12‐8|pub_date=Juli 2017|cover_artist=Agus Munawir|pages=xviii + 282 hal: 17x25 cm|series=Cetakan Pertama,|author=*Satori
*Rosidin
*Rosidin
*Isma’il Hasani|title_orig=Liputan Media Kongres Ulama Perempuan Indonesia}}Pada abad ke-21 ini, kita telah menyaksikan geliat kebangkitan ulama perempuan Indonesia. Kebangkitan ini ditandai dengan kongres yang mereka selenggarakan. Kongres ini bernama Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia (KUPI), digelar pada 25-27 April 2017 di Pondok Pesantren Jambu al-Islamy Babakan Ciwaringin Cirebon. KUPI pertama ini melibatkan sekitar 700an peserta dan peninjau dari berbagai kalangan. Di antaranya ulama perempuan dari kalangan pesantren, ulama perempuan dari perguruan tinggi, ulama perempuan dari Ormas Islam, dan ulama perempuan dari [[lembaga]] swadaya masyarakat. Mereka berkumpul, berjumpa, berdiskusi, dan menyepakati sejumlah hal yang menjadi isu pokok yang menyangkut hajat perempuan pada abad ini.  
*Isma’il Hasani|title_orig=Liputan Media Kongres Ulama Perempuan Indonesia}}Pada abad ke-21 ini, kita telah menyaksikan geliat kebangkitan [[Ulama Perempuan Indonesia|ulama perempuan Indonesia]]. Kebangkitan ini ditandai dengan kongres yang mereka selenggarakan. Kongres ini bernama Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia (KUPI), digelar pada 25-27 April 2017 di Pondok Pesantren Jambu al-Islamy Babakan Ciwaringin Cirebon. KUPI pertama ini melibatkan sekitar 700an peserta dan peninjau dari berbagai kalangan. Di antaranya ulama perempuan dari kalangan pesantren, ulama perempuan dari perguruan tinggi, ulama perempuan dari Ormas Islam, dan ulama perempuan dari [[lembaga]] swadaya masyarakat. Mereka berkumpul, berjumpa, berdiskusi, dan menyepakati sejumlah hal yang menjadi isu pokok yang menyangkut hajat perempuan pada abad ini.  


Ada sejumlah isu pokok dibahas yang menjadi perhatian Kongres. Di antaranya adalah kekerasan seksual, pernikahan anak, perusakan alam, radikalisme agama, trafiking dan buruh migran, pendidikan ulama perempuan, pembangunan desa, serta konflik sosial dan krisis kemanusiaan. Inilah sejumlah isu penting yang muncul dan memengaruhi kehidupan umat manusia pada hari ini dan ke depan. Ulama perempuan Indonesia—dalam Kongres ini—memberikan perhatian, mengkaji, dan merumuskan pandangan dan sikapnya atas isu-isu tersebut.  
Ada sejumlah isu pokok dibahas yang menjadi perhatian Kongres. Di antaranya adalah kekerasan seksual, pernikahan anak, perusakan alam, radikalisme agama, trafiking dan buruh migran, pendidikan ulama perempuan, pembangunan desa, serta konflik sosial dan krisis kemanusiaan. Inilah sejumlah isu penting yang muncul dan memengaruhi kehidupan umat manusia pada hari ini dan ke depan. Ulama perempuan Indonesia—dalam Kongres ini—memberikan perhatian, mengkaji, dan merumuskan pandangan dan sikapnya atas isu-isu tersebut.  
Baris 27: Baris 27:
Walhasil, dengan terbit buku ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Saudara Faqihuddin Abd. Kodir, Satori, Rosidin, Muhammad Qoyum, dan Napoleon dari [[Fahmina]]-institute yang telah mengumpulkan, mengetik ulang, dan menstrukturisasikan liputan-liputan dan berita-berita ini sehingga dapat dibaca dengan renyah, juga kepada Saudara Ismail Hasani (SETARA Institute) yang juga mengumpulkan berita-berita dan liputan-liputan ini dan sejak awal hingga tuntas mengkomunikasikan KUPI ke semua media massa sehingga media massa dapat memahami KUPI dengan seluruh proses dan hasilnya, dan juga kepada Mbak Alissa Wahid (Jaringan Nasional Gusdurian) yang secara sukarela membantu tim media panitia KUPI. Akhirnya, kami berharap semoga dokumentasi tentang KUPI ini semakin melengkapi data-data sejarah KUPI, sehingga dapat membantu siapapun yang hendak mengetahui, memahami, meneliti, atau menindaklanjuti hasil KUPI dalam sejarah perubahan sosial di negeri ini. KUPI adalah tonggak kebangkitan ulama perempuan Indonesia, tapak awal ulama perempuan untuk perubahan sosial yang setara, berkeadilan, dan bermartabat bagi semuanya.  
Walhasil, dengan terbit buku ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Saudara Faqihuddin Abd. Kodir, Satori, Rosidin, Muhammad Qoyum, dan Napoleon dari [[Fahmina]]-institute yang telah mengumpulkan, mengetik ulang, dan menstrukturisasikan liputan-liputan dan berita-berita ini sehingga dapat dibaca dengan renyah, juga kepada Saudara Ismail Hasani (SETARA Institute) yang juga mengumpulkan berita-berita dan liputan-liputan ini dan sejak awal hingga tuntas mengkomunikasikan KUPI ke semua media massa sehingga media massa dapat memahami KUPI dengan seluruh proses dan hasilnya, dan juga kepada Mbak Alissa Wahid (Jaringan Nasional Gusdurian) yang secara sukarela membantu tim media panitia KUPI. Akhirnya, kami berharap semoga dokumentasi tentang KUPI ini semakin melengkapi data-data sejarah KUPI, sehingga dapat membantu siapapun yang hendak mengetahui, memahami, meneliti, atau menindaklanjuti hasil KUPI dalam sejarah perubahan sosial di negeri ini. KUPI adalah tonggak kebangkitan ulama perempuan Indonesia, tapak awal ulama perempuan untuk perubahan sosial yang setara, berkeadilan, dan bermartabat bagi semuanya.  


[https://kupipedia.id/index.php/Berkas:Buku_Dokumen_Proses_dan_Hasil.pdf Download]
[[:File:Buku-Media.pdf|Download]]