Ragam dan Karakteristik Disabilitas: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi antara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 15: Baris 15:
[[Ragam Disabilitas|Ragam disabilitas]] sangat luas dan ketiga kategori tersebut berada dalam semua [[Ragam Disabilitas|ragam disabilitas]]. Mengacu pada Pasal 4 Undang-Undang No. 8 Tahun 2018 tentang Penyandang Disabilitas, maka [[Ragam Disabilitas|ragam disabilitas]] dibagi ke dalam empat kategori, yaitu a) [[Penyandang Disabilitas Fisik]], b) [[Penyandang Disabilitas Intelektual]], c) Penyandang Disabilitas Mental dan/atau, d) Penyandang Disabilitas Sensorik.
[[Ragam Disabilitas|Ragam disabilitas]] sangat luas dan ketiga kategori tersebut berada dalam semua [[Ragam Disabilitas|ragam disabilitas]]. Mengacu pada Pasal 4 Undang-Undang No. 8 Tahun 2018 tentang Penyandang Disabilitas, maka [[Ragam Disabilitas|ragam disabilitas]] dibagi ke dalam empat kategori, yaitu a) [[Penyandang Disabilitas Fisik]], b) [[Penyandang Disabilitas Intelektual]], c) Penyandang Disabilitas Mental dan/atau, d) Penyandang Disabilitas Sensorik.


Sementara variasi atau spektrum pada setiap tipe atau jenis disabilitas sangat luas sehingga karakteristik masing-masing tipe disabilitas pun menjadi berbeda. Berikut adalah penjelasan empat ragam disabilitas beserta karakteristik dan penjelasan bagaimana kita berinteraksi dengan masingmasing ragam disabilitas.
Sementara variasi atau spektrum pada setiap tipe atau jenis disabilitas sangat luas sehingga karakteristik masing-masing tipe disabilitas pun menjadi berbeda. Berikut adalah penjelasan empat [[Ragam Disabilitas|ragam disabilitas]] beserta karakteristik dan penjelasan bagaimana kita berinteraksi dengan masingmasing [[Ragam Disabilitas|ragam disabilitas]].


'''''a. Penyandang Disabilitas Fisik''''',  
'''''a. Penyandang Disabilitas Fisik''''',  
Baris 25: Baris 25:
:Terkait dengan kondisi penyandang disabilitas fisik, maka ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan, antara lain:
:Terkait dengan kondisi penyandang disabilitas fisik, maka ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan, antara lain:


* Perlu disediakan bidang miring atau lift pada setiap perbedaan ketinggian pada lantai
:* Perlu disediakan bidang miring atau lift pada setiap perbedaan ketinggian pada lantai
* Perlu disediakan toilet (kamar mandi) yang khusus dengan dilengkapi fasilitas untuk berpegangan
:* Perlu disediakan toilet (kamar mandi) yang khusus dengan dilengkapi fasilitas untuk berpegangan
* Disediakan tempat duduk prioritas pada ruang-ruang publik dan tempat duduk tersebut sebaiknya dekat dengan pintu keluar dan masuk ruangan
:* Disediakan tempat duduk prioritas pada ruang-ruang publik dan tempat duduk tersebut sebaiknya dekat dengan pintu keluar dan masuk ruangan
* Alat bantu bagi penyandang disabilitas daksa seperti tongkat, kruk, dan kursi roda adalah barang pribadi yang penting, sehingga jangan digunakan atau diperlakukan sebagai mainan
:* Alat bantu bagi penyandang disabilitas daksa seperti tongkat, kruk, dan kursi roda adalah barang pribadi yang penting, sehingga jangan digunakan atau diperlakukan sebagai mainan


'''''b. Penyandang Disabilitas Intelektual'''''  
'''''b. Penyandang Disabilitas Intelektual'''''  
Baris 36: Baris 36:
:Terdapat tiga faktor penyebab disabilitas intelektual;  
:Terdapat tiga faktor penyebab disabilitas intelektual;  


* ''Faktor Sebelum Dilahirkan.'' Disabilitas bisa terjadi karena perkawinan satu kelompok orang yang ber-IQ rendah atau mental retardasi. Jenis ini biasanya memiliki disabilitas ringan. Disabilitas ini juga bisa disebabkan oleh penyakit berat dan tekanan kehidupan emosional yang dialami saat ibunya sedang mengandung. Kondisi kesehatan ibu hamil juga bisa menjadi penyebab terjadinya disabilitas intelektual, misalnya penyakit infeksi yang pada awal pertumbuhan janin seperti TBC, rubella, syphilis, atau kelainan jumlah dan bentuk kromosom yang menyebabkan mongolisme atau ''down syndrome''. Tindakan kesehatan juga dapat menyebabkan disabilitas intelektual, misalnya penyinaran dengan sinar rontgen dan radiasi, kesalahan pemasangan alat kontrasepsi, dan usaha aborsi.
:* ''Faktor Sebelum Dilahirkan.'' Disabilitas bisa terjadi karena perkawinan satu kelompok orang yang ber-IQ rendah atau mental retardasi. Jenis ini biasanya memiliki disabilitas ringan. Disabilitas ini juga bisa disebabkan oleh penyakit berat dan tekanan kehidupan emosional yang dialami saat ibunya sedang mengandung. Kondisi kesehatan ibu hamil juga bisa menjadi penyebab terjadinya disabilitas intelektual, misalnya penyakit infeksi yang pada awal pertumbuhan janin seperti TBC, rubella, syphilis, atau kelainan jumlah dan bentuk kromosom yang menyebabkan mongolisme atau ''down syndrome''. Tindakan kesehatan juga dapat menyebabkan disabilitas intelektual, misalnya penyinaran dengan sinar rontgen dan radiasi, kesalahan pemasangan alat kontrasepsi, dan usaha aborsi.
* ''Faktor Saat Dilahirkan.'' Penanganan saat melahirkan yang tidak tepat sehingga tenaga medis terpaksa menggunakan alat bantu kelahiran dapat berpengaruh pada struktur otak bayi. Disabilitas intelektual juga dapat disebabkan oleh kurangnya oksigen yang dialami janin saat proses kelahiran.
:* ''Faktor Saat Dilahirkan.'' Penanganan saat melahirkan yang tidak tepat sehingga tenaga medis terpaksa menggunakan alat bantu kelahiran dapat berpengaruh pada struktur otak bayi. Disabilitas intelektual juga dapat disebabkan oleh kurangnya oksigen yang dialami janin saat proses kelahiran.
* ''Faktor Setelah Dilahirkan''. Seorang anak dapat mengalami disabilitas intelektual jika terserang penyakit berat, seperti demam tinggi yang diikuti dengan kejang, radang otak (encephalitis), dan radang selaput otak (meningitis). Disabilitas juga dapat disebabkan oleh gangguan metabolisme pertumbuhan. Kekurangan gizi yang berat dan lama pada masa anak- anak umur di bawah 4 tahun dapat mempengaruhi perkembangan otak, yang masih dapat diperbaiki sebelum anak berusia 6 tahun. Gangguan jiwa berat yang diderita dalam masa anak-anak dan depresi yang timbul karena kurangnya komunikasi verbal juga dapat menyebabkan orang mengalami disabilitas intelektual, di samping faktor-faktor sosial budaya yang berhubungan dengan penyesuaian diri.
:* ''Faktor Setelah Dilahirkan''. Seorang anak dapat mengalami disabilitas intelektual jika terserang penyakit berat, seperti demam tinggi yang diikuti dengan kejang, radang otak (encephalitis), dan radang selaput otak (meningitis). Disabilitas juga dapat disebabkan oleh gangguan metabolisme pertumbuhan. Kekurangan gizi yang berat dan lama pada masa anak- anak umur di bawah 4 tahun dapat mempengaruhi perkembangan otak, yang masih dapat diperbaiki sebelum anak berusia 6 tahun. Gangguan jiwa berat yang diderita dalam masa anak-anak dan depresi yang timbul karena kurangnya komunikasi verbal juga dapat menyebabkan orang mengalami disabilitas intelektual, di samping faktor-faktor sosial budaya yang berhubungan dengan penyesuaian diri.


:Terkait dengan kondisi penyandang disabilitas intelektual tersebut maka beberapa hal perlu diperhatikan dalam melakukan interaksi dengan mereka. Dalam berkomunikasi dengan mereka, gunakanlah media yang konkrit, menarik, dan dekat dengan kehidupannya. Selain itu sampaikan informasi dengan jelas, pendek, bertahap, serta diulang secara konsisten. Usahakan ketika berkomunikasi berhadapan langsung dengan mereka dan gunakan bahasa atau istilah sederhana yang lekat dengan keseharian.
:Terkait dengan kondisi penyandang disabilitas intelektual tersebut maka beberapa hal perlu diperhatikan dalam melakukan interaksi dengan mereka. Dalam berkomunikasi dengan mereka, gunakanlah media yang konkrit, menarik, dan dekat dengan kehidupannya. Selain itu sampaikan informasi dengan jelas, pendek, bertahap, serta diulang secara konsisten. Usahakan ketika berkomunikasi berhadapan langsung dengan mereka dan gunakan bahasa atau istilah sederhana yang lekat dengan keseharian.