Pelajaran tentang Makna Feminisme dan Islam: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Nama Media |: |[https://magdalene.co/ Magdalene.co] |- |Penulis |: |Jasmine Floretta V.D |- |Tanggal Publikasi |: |December 2, 2022 |- |Artikel...')
 
Baris 3: Baris 3:
|Nama Media
|Nama Media
|:
|:
|[https://magdalene.co/ Magdalene.co]
|[https://www.kompas.id/baca/nusantara/2023/01/20/pelajaran-tentang-makna-feminisme-dan-islam Kompas]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Jasmine Floretta V.D
|ABDULLAH FIKRI ASHRI
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|December 2, 2022
|20 Januari 2023 17:46 WIB
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://magdalene.co/story/profil-kiai-faqihuddin-abdul-kodir/ Faqihuddin Abdul Kodir, Ulama Lelaki, Pejuang Keadilan Gender]
|[https://www.kompas.id/baca/nusantara/2023/01/20/pelajaran-tentang-makna-feminisme-dan-islam Pelajaran tentang Makna Feminisme dan Islam]
|}
|}
''Dengan pendekatan tafsir [[mubadalah]], Kiai Faqih memperkenalkan agama Islam yang lebih adil gender.''
Islam punya banyak cara pandang membela perempuan. Butuh peran semua pihak untuk membumikannya.


Buat sebagian intelektual Muslim, mungkin sudah cukup familier dengan nama [[Faqihuddin Abdul Kodir]]. Ia termasuk salah satu penggagas metode tafsir Islam ''mubadalah,'' yang ramah gender dalam Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) pada 23 hingga 24 November lalu.
Potongan video Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf, yang berpesan agar NU tidak perlu ikut feminisme, sempat viral di media sosial. Diskursus tentang feminisme dan Islam pun kembali mencuat. Apakah kedua hal itu bertentangan atau sebaliknya?


Pria yang akrab dipanggil Kang Faqih itu sendiri merupakan ulama lelaki yang menulis banyak artikel atau buku hukum Islam (''fiqih'') mengenai perempuan. Ia juga aktif dalam pemberdayaan perempuan di akar rumput. Dalam hal ini, ia kerap mempertemukan para aktivis feminis, orang-orang dari [[lembaga]] kemasyarakatan, pemerintah, akademisi, maupun sesama ulama perempuan yang punya visi membangun peradaban berkeadilan.
Dalam penggalan video yang disiarkan TV NU itu, Gus Yahya, sapaannya, meminta Fatayat dan Muslimat agar tidak ikut-ikutan ideologi jender dari Barat, seperti feminisme. ”Feminisme itu ''ndak'' (tidak) tepat. Kita harus mulai dengan wawasan keagamaan yang kita miliki,” ujarnya.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]