The Feminist Ulema: Perbedaan revisi

205 bita dihapus ,  5 September 2024 23.38
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://magdalene.co/story/kyai-husein-muhammad-sang-ulama-feminis/ magdalene.co] |- |Penulis |: |Hera Diani |- |Tanggal Publikasi |...')
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://magdalene.co/story/kyai-husein-muhammad-sang-ulama-feminis/ magdalene.co]
|[https://magdalene.co/story/the-feminist-ulema/ magdalene.co]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
Baris 11: Baris 11:
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|August 1, 2022
|September 20, 2013
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://magdalene.co/story/kyai-husein-muhammad-sang-ulama-feminis/ Kyai Husein Muhammad Sang Ulama Feminis]
|[https://magdalene.co/story/the-feminist-ulema/ The Feminist Ulema]
|}'''Magdalene-''' Kyai [[Husein Muhammad]] teleh memprakarsai kampanye tentang hak-hak kesehatan reproduksi dan seksual berbasis Islam di Pondok Pesantren.
|}'''Magdalene-''' Vagina is not the word you would expect to be thrown casually in a conversation with an ulema. But [[Husein Muhammad]], or ''Kyai'' Husein as he is affectionately called, did just that, and not in a derogatory manner.


Vagina bukanlah sebuah kata yang lazim didengar dalam percakapan sehari-hari dengan seorang ulama. Namun Husein Muhammad, atau yang lebih dikenal akrab sebagai Kyai Husein, dengan santai melakukan hal tersebut, tanpa bernada merendahkan.
After all, he is a champion of youth reproductive rights, initiating a campaign on Islamic-based sexual and reproductive health rights in Islamic boarding school (''pesantren''), through his [[Fahmina]] Institute in Cirebon, West Java.


Ia memang aktivis hak reproduksi anak muda, bahkan telah memprakarsai sebuah kampanye hak kesehatan seksual dan reproduksi berbasis Islam di pondok pesantren, melalui Institut [[Fahmina]] di Cirebon, Jawa Barat.
The principal of the Dar al [[Tauhid]] boarding school in Arjawinangun, Cirebon, Husein is also a commissioner of the National Commission on Violence Against Women (Komnas Perempuan), has founded a series of women NGOs, and has written various articles and books on Islamic jurisdiction (''[[fiqh]]'') on women, gender problems in ''pesantren'' and pluralism.
 
Menjabat sebagai kepala sekolah dari pesantren Dar al [[Tauhid]] di Arjawinangun, Cirebon, Kyai Husein juga merupakan anggota Komisi Nasional Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), telah mendirikan beberapa LSM perempuan, serta menulis sejumlah artikel dan buku mengenai hukum Islam (fikih) mengenai perempuan, permasalahan gender di pesantren, dan pluralisme.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Husein Muhammad]]
[[Kategori:Jejak Husein Muhammad]]