Wacana dan Praktik Nalar Kritis Studi Fenomenologi Ngaji Keadilan Gender Islam
Penulis: Rahmaditta Kurniawati
Abstrak
Penelitian ini ingin mengkaji tentang wacana atau metodologi dan praktik nalar kritis yang terdapat di Ngaji Keadilan Gender Islam (KGI), serta mengetahui bagaimana persepsi konsep diri yang terbentuk pada jama’ah ngaji KGI yang memiliki latar belakang aktivis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian iniadalah Tim ngaji KGI yaitu founder ngaji KGI Nur Rofiah selaku informan kunci, dan beberapa informan lainnya. Teknik pemilihan subjek adalah purposive sampling. Penggambilan data dalam peneitian melalui observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori strukturalisme geneticPierre Bourdieu tentang metodologi dan praktik ngaji KGI. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat wacana atau metodologiyang dimiliki ngaji KGI yaitu Keadilah Hakiki Perempuan. Keadilan Hakiki Perempuan menegaskan bahwa pengalaman biologis perempuan adalah bagian dari pengalaman kemanusiaan yang menjadi tanggungjawab bersama dan pengalaman sosial perempuan harus dihapuskan. Dengan adanya konsep kunci wacana ngaji KGI terdapat praktik aplikatif ngaji KGI dalam upaya mewujudkan keadilan hakiki perempuan yaitu dengan adanya serangkaian ngaji KGI diantaranya: ngaji KGI serial, ngaji KGI reguler dan optimalisasi media baru ngaji KGI. Penulis menemukan terdapat kekuatan habitus, modal dan pertarungan arena, sehingga hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagingaji KGI.Melalui wacana dan praktik ngaji KGI, penelitian ini menegaskan bahwa terdapat penguatan konsep diri jama’ah ngaji KGI yaitu menjadi sosok yang berdaya, yang selanjutnya membawa pemberdayaan pada komunitasnya dengan membawa nilai–nilai yang dimiliki ngaji KGI. Selain itu jama’ah ngaji KGI juga memiliki penguatan daya nalar kritis dalam memandang suatu fenomena.
Kata kunci: Kesetaraan Gender Islam, Nalar Kritis, Konsep diri, Keadilan Hakiki