Muludan Milenial

Mubadalah Media adalah media Islam dan relasi kesalingan antar individu maupun kelompok, terutama antara laki-laki dan perempuan. Terinspirasi dari prinsip Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Mubadalah hadir untuk untuk meneguhkan dan mempopulerkan nilai-nilai keadilan dan kesalingan dalam relasi laki-laki dan perempuan, pada tataran praktik kehidupan sehari-hari, dalam keluarga maupun bermasyarakat. Media Mubadalah dari  Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), yang mempunyai peran untuk ikut mensosialisasikan serta mengimplementasikan pandangan keagamaan yang telah dirumuskan oleh Ulama Perempuan dalam kongres tersebut. Sehingga dengan momentum Maulid Nabi, 16 HAKTP dan Haul Gus Dur, di masa pandemi menjadi momentum yang tepat untuk melakukan hal tersebut.

Perspektif KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) yang secara tegas mengusung keislaman yang toleran, damai, dan adil gender baru dikenal sebatas kalangan jaringannya sendiri, lembaga-lembaga LSM terkait, dan beberapa lembaga-lembaga pemerintah. Generasi milenial yang menjadi pengguna terbanyak internet dan media sosial, dan akan menjadi generasi penerus Bangsa  Indonesia, masih sangat sedikit sekali yang mengenali keberadaan KUPI maupun perspektif dan perjuangan yang diusungnya. Fatwa KUPI dalam tiga hal, yaitu pencegahan kekerasan seksual, pencegahan pernikahan anak, dan pencegahan kerusakan lingkungan, yang telah menjadi milestone gerakan keadilan gender Indonesia, perlu dikenalkan kepada publik yang lebih luas, agar ketika Undang-undang terkait disahkan, kultur masyarakat telah memiliki kesiapan untuk menerima dan mengimplementasikanya.

Media Mubadalah mengadakan rangkaian kegiatan talkshow selama momentum Maulid Nabi sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw, 16 HAKTP dan Haul Gus Dur di bulan Desember. Momentum ini dimulai tanggal 28 November 2020 sampai akhir bulan Desember 2020. Talkshow ini akan dipandu oleh moderator dan mengundang 2 sampai 3 orang narasumber: 1 orang dari pegiat KUPI dan 2 orang dari tokoh influencer milenial. Tema-tema yang diangkat akan disesuaikan dengan tema-tema milenial, yang nanti akan dibahas dengan pendekatan perspektif KUPI melalui pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan moderator kepada semua narasumber.

Kegiatan ini dilakukan secara intensif selama satu bulan penuh, 1 sampai 2 kali dalam seminggu, dengan tagline “Muludan Milenial”, mengambil momentum perubahan dalam Mualid Nabi, semangat 16 HAKTP dan meneladani 9 nilai-nilai Gus Dur, yang sering digaungkan para milenial muslim Indonesia. Semua kegiatan ini akan diumumkan melalui media poster yang disebarkan melalui kanal Media Mubadalah, jaringan digital lembaga-lembaga KUPI, dan para influencer.

Selama proses pelaksanaan kegiatan Muludan Milenial, banyak hal yang dialami penyelenggara. Antusiasme peserta yang mengikuti secara offline dari para audiens kalangan santri dan generasi milenial yang diwakili Ma’had Ali Kebon Jambu Cirebon, Ponpes Afkaaruna Jogjakarta, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Muda Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyyah (IPM), Peace Gen, dan Jaringan Gusdurian. Kemudian pelibatan nara sumber yang tidak hanya terfokus dari Jawa tetapi juga mengundang nara sumber dari Bali, Kalimantan dan Lombok NTB, bahkan dari Swedia. Hal ini merepresentasikan keragaman participant yang terlibat dalam kegiatan Muludan Milenial. Untuk zoom bekerjasama dengan CM Management, sedangkan untuk menjangkau audiens lebih luas, kegiatan ini disiarkan langsung oleh kanal youtube NU Channel yang menjangkau 4.100 viewers. [] (ZA)