KUPI; Obat Penawar

Dari Kupipedia
Revisi per 19 Agustus 2021 23.46 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib) (โ†Membuat halaman berisi 'Kegiatan selama dua hari, 28-29 April 2017, setidaknya menjadi obat penawar kecewaku yang tidak bisa hadir pada hajatan Akbar Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)...')
(beda) โ† Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya โ†’ (beda)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kegiatan selama dua hari, 28-29 April 2017, setidaknya menjadi obat penawar kecewaku yang tidak bisa hadir pada hajatan Akbar Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Cirebon beberapa waktu lalu. Tidak bisa ikut menyaksikan sejarah besar bagi gerakan Perempuan Indonesia, apalagi momennya beruntun dengan peringatan hari Kartini dan HARLAH Fatayat NU ke 67.

Seandainya hadir, terasa genaplah momentum April ini dalam hidupku. Alhamdulillah, setelah mengikuti Sarasehan Pemeliharaan Hubungan Etnisitas dengan Negara, Provinsi Jawa Tengah dan di sambung dengan LKD bagi Pengurus baru PW Fatayat NU, dapat oleh-oleh KUPI, langsung dari salah satu pelaksana KUPI, yaitu Jeng Nyai Hj. Nur Rofiah, bil Uzm. Jazakillah Ahsanal Jaza'๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜โค


Penulis: Titik Rahmawati

(Dosen di UIN Wali Songo, Semarang/ Ketua Fatayat Cabang Magelang)