Tadarus Subuh ke-29: Benarkah Pernikahan Terbaik Adalah Yang Termurah?

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Minggu, 31 Juli 2022

Mahar Mubadalah?

Mengapa laki-laki dalam Islam harus memberi mahar kepada perempuan? Apa maknanya? Apakah berarti itu harga yang dari tubuh atau pelayanan perempuan yang harus dibayar laki-laki? Atau tiket laki-laki untuk menguasai perempuan sehingga dia bisa ditaati dalam hal apapun? Begitukah makna mahar dalam Islam?

Lalu apa makna sebaik-baik mahar dari perempuan adalah yang paling sederhana dan murah? Bahkan cukup cincin dari besi, atau sepasang sandal? Seperti kata beberapa hadits. Apakah semurah ini harga tubuh dan pelayanan perempuan? Atau harga tiket laki-laki untuk menguasai perempuan?

Bukankah ada budaya yang mewajibkan perempuan untuk membayar mahar kepada laki-laki, sebagaimana di India, atau tempat lain, dan itu juga tetap bisa, bahkan sering, terjadi justru laki-laki yang menguasai perempuan?

Lalu apa makna mahar ini dalam perspektif mubadalah? Dan mengapa mahar termurah, termudah, atau tersederhana menjadi yang paling baik dan paling berkah?

Apa makna semua ini? Ikuti Tadarus Subuh

Tuan Rumah : Vivi Nafidzatin Nadhor (Dewan Pengasuh di Pesantren An-Nuqayah Sumenep Madura)
Pengampu : Dr. Faqihuddin Abdul Kodir (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=h6vN3t89FmU

Selengkapnya untuk dapat melihat tema-tema lainnya, baca Tadarus Subuh.

Tdrsbh (29).jpg