Sarifa Suhra

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sarifa Suhra
Sarifa Suhra.jpg
Tempat, Tgl. LahirTosewo Wajo, 31 Desember 1975
Aktivitas Utama
  • Dosen tetap di Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.
  • Da’iyah/muballighah yang aktif menyuarakan pencegahan perkawinan anak dan pemberdayaan perempuan di Sulsel
Karya Utama
  • Penulis buku “Kiprah Politisi Perempuan dalam Mewujudkan Pendidikan Berkeadilan Gender di Kabupaten Bone” (2019)
  • Penulis buku “Parenting Berwawasan Gender Perspektif Pendidikan Islam” (2020)

Sarifa Suhra lahir di Tosewo Wajo, 31 Desember 1975. Pekerjaan sehari-harinya sebagai dosen tetap di Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Ia juga seorang da’iyah/muballighah yang aktif menyuarakan pencegahan perkawinan anak dan pemberdayaan perempuan di Sulsel.

Sarifa mendapatkan undangan untuk hadir dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 2017 di Pesantren Kebon Jambu, Cirebon, Jawa Barat. Akan tetapi, ia berhalangan dan mewakilkan kehadirannya kepada koleganya.

Riwayat Hidup

Sarifa Suhra mengawali pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) No. 113 Tosewo, Botto, Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo (1981-1987). Di samping sekolah SD di pagi hari, ia juga sekolah pada sore hari di Madrasah Ibtidaiyah As’adiyah Cabang No. 265 Tosewo (1983-1989). Lalu melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pompanua, Ajangale, Bone (1989-1992) dan ke Madrasah Aliyah (MA) Putri As’adiyah Pusat Sengkang mengambil Jurusan Syari’ah (1992-1995).

Selanjutnya ia menempuh pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Makassar (1996-2000). Skripsinya berjudul “Analisis Kesetaraan Gender dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam (Suatu Kajian dalam Perspektif Tafsir Maudhu’i)”. Sebelum lanjut ke S2, Sarifa aktif di lembaga Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan (2000-2001). Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan dengan mengambil program Pascasarjana (S2) di IAIN Alauddin Makassar dengan konsentrasi Pendidikan Islam dan Komunikasi Islam (2001-2003). Judul tesisnya yakni “Konsep Pendidikan Perempuan dalam Islam: Telaah atas Pemikiran Emansipasi Qasim Amin”. Selanjutnya ia menempuh pendidikan Pascasarjana (S3) di UIN Alauddin Makassar, konsentrasi Pendidikan dan Keguruan (2011-2014) dengan judul disertasi “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter pada Peserta Didik SMA Negeri 1 Watampone”.

Tahun 2004, Sarifa menikah dengan Andi As’ad hingga kini dikaruniai 3 orang anak, yakni Andi Fathul Khairi Syarif As’ad, Andi Fitri Ramadhani Zahra As’ad, dan Andi Fajrul Fikri Syarif As’ad.

Adapun Riwayat Pekerjaan dan Organisasi yang pernah digeluti adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyah As’adiyah Cabang No. 90 Tosewo (1995-1996); Dosen STAI Al-Gazali Bulukumba (2003-2009); Ketua Jurusan Tarbiyah STAI Al-Gazali Bulukumba (2007-2009); Dosen STAIN Watampone (2009 hingga sekarang); Sekretaris Umum PSW (Pusat Studi Wanita) STAIN Watampone (2011-sekarang); Editor Jurnal al-Nisa’ PSW (Pusat Studi Wanita) STAIN Watampone (2011-sekarang).

Ia juga Pembina Organisasi Mahasiswa FUIM (Forum Ukhwah Islamiyah Mahasiswi) STAIN Watampone (2011-sekarang); Pembina organisasi mahasiswa KSR-PMI (Korps Sukarela Palang Merah Indonesia) STAIN Watampone (2012); Ketua I Muslimat NU Kab. Bone (2010 hingga sekarang); Pembina Majelis Zikir dan shalawat az-Zikra Kab. Bone (2012 hingga sekarang); Pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kab. Bone (2010 hingga sekarang); pengurus ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) Kab. Bone (2010-2015); ketua umum Hidmat (Himpunan Da’iyah); anggota Muslimat NU Bone periode (2017-2022), dan Ketua Umum FKCA (Forum Kajian Cinta Al-Qur’an) Kab. Bone (2017-2022).

Ketika kuliah ia aktif di salah satu organisasi ekstra kemahasiswaan, yakni PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Ia sempat menjadi ketua umum KOPRI (Korp PMII Putri) di tingkat Rayon Fakultas Tarbiyah (1997), Komisariat IAIN (1998) dan Cabang Makassar (1999-2000).

Tokoh dan Keulamaan Perempuan

Sarifah Suhra mengenal kesetaraan gender sejak aktif dalam organisasi kemahasiswaan PMII pada 1996. Sejak saat itu, ia konsisten untuk terus mengangkat isu gender. Tugas akhirnya pun selalu mengangkat isu-isu perempuan. Begitupun saat menjadi dosen, Sarifa masih terus konsisten untuk menyuarakan nasib kaum perempuan melalui penelitian dan publikasi pada jurnal dan buku-buku.

Selain sebagai dosen yang memberikan pengajaran dan menulis buku serta jurnal, Sarufa Suhra juga aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat lewat ceramah-ceramahnya. Ia melakukan ceramah pada acara peringatan hari-hari besar Islam seperti peringatan Maulid dan Isra Mi’raj, pada acara adat, acara perkawinan, acara kematian atau takziah, maupun memberikan nasihat perkawinan pada saat upacara perkawinan. Menurutnya, dia memberikan ceramah tidak hanya kepada sesame perempuan akan tetapi semua orang dari semua lapisan masyarakat.

Tidak hanya itu, Sarifa bersama teman-temannya di Muslimat NU Bone, bekerjasama dengan UNICEF juga melakukan program pencegahan perkawinan anak. Salah satu caranya yakni dengan melakukan pelatihan-pelatihan, ceramah pencegahan perkawinan anak, pemutaran ceramah di radio, hingga penyusunan materi ceramah, nasihat perkawinan dan khutbah Jumat yang materinya adalah pencegahan perkawinan anak, perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan.

Materi dalam ceramah tersebut diantaranya adalah penyampaian tentang pentingnya menikah pada batas usia yang diatur Undang-undang, yakni minimal berusia 19 tahun. Selanjutnya disampaikan bahwa pernikahan itu sah kalau berdasar pada tiga hal, yakni sah menurut agama, sah menurut negara, dan sah menurut adat. Menikah tidak boleh asal saja melainkan harus memiliki kesiapan. Seseorang yang hendak menikah harus mapan dan mampu secara fisik, psikis, serta finansial.

Materi-materi seperti itu terus disampaikannya karena menurut Suhra, masyarakat Bugus masih sangat patriarkhal. Patriarkhi itu kemudian semakin dipatenkan lewat adat kesopanan dan Qur’an-hadits. Meskipun dalam aspek-aspek tertentu perempuan di Bugis mendapatkan posisi terhormat, seperti bisa menjadi indo boting (inang pengantin) dalam setiap upacara perkawinan dalam adat Bugis, akan tetapi perlakuan dan pengakuan terhadap perempuan masih sangat rendah. Perempuan di Bugis masih belum setara dengan laki-laki.

Sarifa terus menyuarakan pesan bahwa perempuan tidak kalah dalam posisi dan peran apapun di ruang-ruang publik, bahkan ruang-ruang agama sekalipun. Ia bersama grup shalawat Muslimat NU melakukan terobosan dengan melakukan mabrasanji (pembacaan Barzanji) dengan dua bahasa, bahasa Arab dan bahasa Bugis. Upacara mabrasanji ini biasanya dilakukan pada setiap acara aqiqah, peresmian rumah, peresmian kapal baru, peresmian kendaraan baru, dan sebagainya. Menurutnya, terobosan ini efektif untuk mengenalkan pesan-pesan di dalam kitab Barzanji sesuai dengan bahasa lokal masyarakat Bugis.

Karya-Karya

Karya tulis Sarifa yang dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal antara lain:

  1. Jurnal terakreditasi Dikti al-Ulum “Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Qur’an dan Implikasinya Terhadap Hukum Islam” diterbitkan Desember 2013, IAIN Sultan Amai Gorontalo.
  2. Jurnal al-Nisa’ “Cooperative Learning: Metode Pembelajaran Inklusif Gender” diterbitkan Desember 2014, PSW STAIN Watampone.
  3. Jurnal al-Nisa’ “Peningkatan Kecakapan Hidup melalui Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender” diterbitkan Juni 2015, PSW STAIN Watampone.
  4. Jurnal al-Nisa’ “Dampak Keterlibatan Perempuan dalam Pendidikan Islam” diterbitkan Desember 2015, PSW STAIN Watampone.
  5. Jurnal al-Nisa’ “Aspek Gender dalam Penerapan Metode Pembelajaran cooperative Tipe NHT” diterbitkan Juni 2016, PSW STAIN Watampone.
  6. Jurnal al-Nisa’ “Peran Guru PAI dalam Menyukseskan Pendidikan Karakter” diterbitkan Desember 2016, PSW STAIN Watampone.
  7. Jurnal al-Nisa’ “Kiprah Perempuan dalam Pendidikan Perspektif Islam” diterbitkan Desember 2017, PSW STAIN Watampone.
  8. Journal of Leadership & Policy berjudul “The Role of Women Politicians in Realizing Gender Responsive Education Budget in Bone Regency” diterbitkan oleh Universitas Utara Malaysia 2018.
  9. Journal of Research and Multidisciplinary judul “Massempe’ Traditional Bugis Game on Islamic Education and Islamic Law Perspective” diterbitkan oleh Lembaga Sembilan Tiga Community 2019.
  10. Jurnal al-Qalam Judul “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Ritual Maddoja Bine Pada Komunitas Masyarakat Bugis Di Sulawesi Selatan” diterbitkan oleh Litbang Kemenag Propinsi Sulawesi selatan 2020.
  11. Jurnal pendidikan Islam judul “Kontribusi Permainan Tradisional Bugis dalam  Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Di Kabupaten Bone” diterbitkan oleh UIN Sunan Gunung Jati Bandung 2020.
  12. Jurnal al-Ulum judul “Eksistensi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dan Kesetaran Gender Dalam Permainan Tradisional Bugis Mappadendang” diterbitkan oleh IAIN Sultan Amai Gorontalo 2020.

Karya dalam bentuk buku antara lain:

  1. “Metode Pembelajaran PAI dari Klasik hingga Modern” (2014).
  2. “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Pendidikan Karakter” (2016).
  3. “Kiprah Politisi Perempuan dalam Mewujudkan Pendidikan Berkeadilan Gender di Kabupaten Bone” (2019).
  4. “Parenting Berwawasan Gender Perspektif Pendidikan Islam” (2020).

Daftar bacaan lanjutan


Penulis : Abdul Rosyidi
Editor : Nor Ismah
Reviewer : Faqihuddin Abdul Kodir