Peran Kepemimpinan Perempuan Umi Waheeda Sebagai Garda Terdepan Menjaga Kemandirian Ekonomi Di Pesantren Al Ashariyyah Nurul Iman Parung Bogor

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Penulis: Pepy Marwinata


Abstrak

Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, kini pesantren berkembang tidak hanya untuk menimba ilmu agama saja, tetapi menjadi lembaga multiperan yang juga memperlihatkan terkait dengan kewirausahaan, sosial dan pemberdayaan masyarakat. Pengasuh Pondok Pesanren Al Ashariyyah Nurul Iman seorang perempuan yang memiliki peran besar dalam merawat, melestarikan dan melakukan kepemimpinan. Perempuan dalam hal ini adalah Umi Waheeda. Pesantren Al Ashariyyah Nurul Iman mempunyai ragam unit-unit usaha di bidang ekonomi mulai dari pengelolaan sampah, produksi tahu-tempe, produksi roti, koperasi, perikanan, perkebunan dan unit usaha lainnya. Hasil usaha tersebut dipergunakan untuk pengembangan pesantren dan pemberian beasiswa. Dengan jumlah santri yang mencapai ribuan orang, tentu unit usahanya harus maksimal. Hal menarik yang ditemukan dalam penelitian ini adalah Umi Waheeda memperlihatkan keunikan sebagai seorang pemimpin sehingga menjadi karakteristik pemimpin yang membedakan dengan pemimpin lainnya diantaranya : Pertama, perempuan pemimpin yang tangguh. Kedua, pemimpin yang produktif, Ketiga, Inisiator Pendidikan Gratis yang Mandiri. Keempat, Pemimpin yang Penyantun. Kelima, Pemimpin yang Progressif. dengan mengembangkan berbagai wirausaha sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, serta memakai jenis penelitian library research (penelitian kepustakaan). Untuk kebutuhan analisis, data dalam penelitian ini ditelusuri dari buku, jurnal; ilmiah dan memanfaatkan sumber-sumber digital browsing. Penelitian ini akan mengeksplor seberapa jauh peran kepemimpinan Umi Waheeda dalam menjaga kemandirian ekonomi di pesantren. Hasil penelitian memaparkan Umi Waheeda tidak hanya mampu memimpin pesantren, juga berhasil menjadi garda terdepan dalam mewujudkan perekonomian dan kemandirian pesantren melalui strategi social preneurship sebagai lembaga sosial mandiri yang menghidupi para santrinya.

Kata Kunci : Kepemimpinan, Perempuan, Ekonomi, Pesantren


Abstract

Pesantren as one of the oldest educational institutions in Indonesia. As time goes by, now boarding schools are developing not only to gain religious knowledge, but being a multi-role institution that also demonstrates entrepreneurship, social and community empowerment. The caretaker of Al Ashriyyah Islamic Boarding School Nurul Iman is a woman who has a big role in caring, maintain and exercise leadership, the woman in this case is Umi Waheeda. Al Ashariyyah Nurul Iman Islamic Boarding School has a variety of business units in the economic sector starting from waste management, production of tofu and tempeh, bread production, cooperatives, fisheries, plantations and other business units. The results of these efforts are used for the development of Islamic boarding schools and the provision of scholarships. With the number of students reaching thousands of people, of course the business unit must be maximized. The interesting thing found in this research is that Umi Waheeda shows her uniqueness as a leader so that it becomes a leader characteristic that distinguishes it from other leaders, including: First, a formidable female leader. Second, a productive leader, Third, an Independent Free Education Initiator. Fourth, the Forbearing Leader. Fifth, Progressive Leaders. by developing various social entrepreneurs. This study uses a qualitative approach, and uses the type of research library research. For the needs of analysis, the data in this study were traced from books and journals: scientific knowledge and take advantage of digital browsing resources. This research will explore how far Umi Waheeda's leadership role has in maintaining economic independence in Islamic boarding schools. The results of the research explained that Umi Waheeda was not only capable of leading Islamic boarding schools, has also succeeded in being the frontline in realizing the economy and independence of Islamic boarding schools through a social preneurship strategy as an independent social institution that supports its students.

Keyword : Leadership, Women, Economy, Islamic Boarding School


Baca selengkapnya disini...