Pemberdayaan Nalar Kritis Perempuan Dalam Forum “Ngaji Keadilan Gender Islam (KGI)” (Analisis Feminisme Amina Wadud)

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Penulis: Arivia Adhillani



Ngaji Keadilan Gender Islam adalah sebuah forum yang didirikan untuk mendobrak pintu patriarki yang selama ini membelenggu masyarakat, tujuan pasti dari forum ini adalah mewujudkan keadilan hakiki perempuan dalam segala hal. Nur Rofiah selaku pendiri forum ini adalah seorang dosen di Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta yang merupakan salah satu aktivis feminis, yang berusaha menghilangkan bentuk ketidakadilan gender pada pengalaman sosial, utamanya stigmatisasi, marjinalisasi, subordinasi, kekerasan,dan beban ganda, kemudian juga pengalaman biologis perempuan yang termasuk menstruasi, kehamilan, melahirkan, nifas, serta menyusui. Melalui pendekatan kualitatif dan metodologi tafsir hermeneutika Amina Wadud,penelitianini memiliki upaya untuk dapat melihat upaya pemberdayaan nalar kritis perempuan oleh ngaji KGI yang selama ini sering terkurung oleh bias-bias tafsir Alqur’an. Amina Wadud pada teorinya menjelaskan bahwa dalam melihat suatu ayat harus memperhatikan beberapa hal, pertama adalah kontekstualisasi ayat Alqur’an harus dikaitkan dengan asbabun nuzul atau sebab turunnya suatu ayat. Kedua, penyelarasan teks ayat secara bahasa mesti dipilah-pilah menjadi komposisi yang sebenarnya, ketigaadalah pemahaman teks ayat harus dilakukan secara menyeluruh, dan terbuka. Bukan mengambil maksud dari potongan-potongan ayat saja, serta menjadikan seluruh ayat Alqur’an sebagai pandangan hidup.

Kata Kunci: Nalar kritis, Ngaji Keadilan Gender Islam, Amina Wadud


Baca selengkapnya disini...